
SERAYUNEWS – Ramadhan selalu menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak ibadah sekaligus berbagi ilmu.
Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan di masjid, mushala, sekolah, maupun kantor adalah kultum atau kuliah tujuh menit.
Meski singkat, kultum memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang membekas di hati jamaah.
Agar penyampaian lebih terarah dan tidak monoton, pemateri perlu menyiapkan tema yang relevan dengan suasana Ramadhan.
Berikut tiga contoh materi kultum Ramadhan 2026 yang bisa dijadikan referensi. Materi ini disusun dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan cocok untuk berbagai kalangan.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah atau tempat pendidikan bagi jiwa kita. Selama sebulan penuh, kita dilatih untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal di luar waktu puasa.
Ketika seseorang mampu menahan makan dan minum, sesungguhnya ia sedang belajar mengendalikan hawa nafsu.
Jika hal yang halal saja bisa ditahan, seharusnya yang haram lebih mudah untuk dijauhi. Inilah esensi pendidikan dalam ibadah puasa.
Pengendalian diri juga mencakup menjaga lisan dari perkataan kasar, menjaga emosi saat marah, serta menjaga hati dari prasangka buruk.
Ramadhan menjadi waktu evaluasi: sejauh mana kita mampu menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih tenang.
Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka, selain menahan diri dari yang dilarang, mari kita isi hari-hari Ramadhan dengan amal positif seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan membantu sesama.
Semoga setelah Ramadhan berakhir, kita tidak kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik. Jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.
Hadirin yang berbahagia,
Sering kali kita merasakan lelah saat berpuasa. Haus di siang hari, pekerjaan yang menumpuk, atau aktivitas yang padat bisa membuat energi menurun. Namun di balik rasa lelah itu, ada pelajaran besar tentang syukur.
Puasa memperkenalkan kita pada rasa lapar yang mungkin setiap hari dirasakan oleh sebagian saudara kita. Dari situlah tumbuh empati dan rasa peduli.
Kita belajar bahwa nikmat sederhana seperti segelas air saat berbuka adalah anugerah yang luar biasa.
Bersyukur bukan hanya saat keadaan lapang, tetapi juga ketika diuji. Ramadhan mengajarkan bahwa dalam keterbatasan justru ada kekuatan.
Saat tubuh terasa lemah, kita semakin menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Syukur dapat diwujudkan dalam banyak bentuk: memperbanyak doa, menjaga shalat tepat waktu, serta menggunakan waktu dengan kegiatan bermanfaat.
Dengan bersyukur, hati menjadi lebih tenang dan hidup terasa cukup, meskipun tidak selalu berlimpah secara materi.
Mari kita jadikan Ramadhan 2026 sebagai momentum memperbaiki kualitas syukur kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai melihat nikmat dalam setiap keadaan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, semangat ibadah seharusnya semakin meningkat.
Di fase inilah terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam istimewa ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk meraih ampunan dan pahala yang berlipat.
Rasulullah SAW memberi teladan dengan meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
Kita mungkin tidak mampu beribadah sepanjang malam, tetapi setidaknya bisa menambah kualitas ibadah dibanding hari-hari sebelumnya.
Misalnya dengan memperpanjang doa setelah shalat, memperbanyak istighfar, atau menambah sedekah.
Sepuluh hari terakhir juga menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah atau introspeksi diri. Sudah sejauh mana perubahan yang kita rasakan sejak awal Ramadhan? Apakah hati kita lebih lembut? Apakah lisan kita lebih terjaga?
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan bekas dalam kehidupan kita. Gunakan sisa waktu yang ada untuk menutup kekurangan dan memperbaiki niat.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita di bulan suci ini.
Ketiga materi kultum di atas dapat disesuaikan dengan kondisi jamaah dan durasi waktu yang tersedia.
Dengan persiapan yang matang dan penyampaian yang tulus, kultum singkat pun bisa menjadi sarana dakwah yang penuh makna di Ramadhan 2026.***