
SERAYUNEWS – Program Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 resmi mengudara sejak awal Ramadhan 1447 H dan kembali menjadi salah satu tayangan favorit pemirsa di waktu sahur.
Memasuki musim kesembilan, ajang pencarian bakat ustaz dan ustazah ini menghadirkan persaingan ketat di antara 28 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Lantas, kapan jadwal tayangnya dan siapa saja peserta yang telah gugur di pekan pertama?
Berikut rangkuman lengkap mengenai jadwal tayang, daftar peserta, hingga perkembangan terbaru kompetisi AKSI Indosiar 2026.
AKSI 2026 mulai tayang perdana pada Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan awal Ramadhan.
Program ini disiarkan secara langsung setiap hari selama bulan suci melalui stasiun televisi Indosiar pada pukul 02.00 WIB, menemani pemirsa menjelang sahur.
Sejak pertama kali hadir pada 2013, AKSI konsisten menjadi wadah pencarian dai dan daiyah muda berbakat yang tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga karakter kuat dan gaya penyampaian yang menarik.
Konsep acara memadukan unsur kompetisi, reality show, dan hiburan religi, sehingga tetap ringan namun sarat pesan moral.
Musim kesembilan ini kembali menghadirkan jajaran pembawa acara ternama seperti Ramzi, Gilang Dirga, Abdel Achrian, Melly Lee, Jirayut, Azis Gagap, Fatih Andhika, April Jasmine, hingga Boah Sartika.
Sementara itu, kursi dewan juri diisi tokoh-tokoh agama yang sudah tidak asing lagi, yakni Mamah Dedeh, Ustaz Wijayanto, Ustaz Subki, dan Ustaz Solmed.
Sebelum tampil di panggung utama, para peserta telah melalui proses pendaftaran daring yang dibuka sejak November 2025 hingga awal Januari 2026. Dari ribuan pendaftar, terpilih 28 kontestan terbaik yang berhak tampil selama Ramadhan.
Memasuki hari kedua penayangan, persaingan di panggung AKSI 2026 mulai memanas. Dua kloter telah tampil dan menghasilkan dua peserta yang harus menghentikan langkahnya lebih awal.
Pada penampilan perdana Kloter Gua Hira, empat peserta yang tampil adalah Ainia, Sutan, Ozan, dan Agung.
Dari hasil penilaian, Ainia asal Lebak berhasil meraih nilai tertinggi lewat tausyiah bertema “Gravitasi Mengajarkan Kita Bersujud”. Sementara itu, selisih poin yang sangat tipis terjadi di papan bawah.
Ozan dari Samarinda harus menerima keputusan “Wassalam” atau gugur setelah memperoleh 345 poin, hanya terpaut satu angka dari dua peserta lain yang dinyatakan aman. Persaingan ketat ini menunjukkan bahwa setiap poin sangat menentukan nasib peserta.
Pada hari berikutnya, Kloter Jabal Uhud tampil dengan empat kontestan berbeda. Dari grup tersebut, Yahdina Rusyda asal Lombok dinyatakan gugur setelah meraih poin terendah dibanding tiga peserta lainnya yang berhasil melaju ke babak selanjutnya.
Dengan demikian, hingga akhir pekan pertama, sudah dua peserta yang tersisih dari total 28 kontestan.
Pemirsa dapat terus mengikuti perkembangan kompetisi AKSI 2026 setiap hari selama Ramadhan untuk mengetahui siapa saja yang akan melangkah ke babak berikutnya dan siapa yang harus mengakhiri perjuangan lebih awal.***