
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi. Sebanyak 30 pelaku usaha produktif mengikuti Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif yang resmi dibuka di Kantor Baznas Banjarnegara, Senin (27/7/2026).
Program ini menjadi salah satu strategi Baznas untuk mencetak masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Para peserta yang saat ini masih berstatus sebagai mustahik (penerima zakat) diharapkan mampu berkembang menjadi muzakki atau pemberi zakat pada masa mendatang.
Kegiatan pembukaan dihadiri Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Ketua III Baznas Banjarnegara Budiyanto, jajaran pimpinan Baznas, Kepala Dinas Tenaga Kerja PMPTSP Banjarnegara, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.
Ketua III Baznas Banjarnegara, Budiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Baznas Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat usia produktif.
Sebanyak 30 peserta dibagi ke dalam tiga program pelatihan sesuai minat dan kebutuhan dunia usaha.
Pelatihan mekanik sepeda motor diikuti 10 peserta dan berlangsung selama 10 hari, mulai 27 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Sementara itu, pelatihan pertukangan kayu diikuti delapan peserta dan dilaksanakan selama lima hari di Kantor Dinas Tenaga Kerja Banjarnegara.
Adapun pelatihan barbershop atau pangkas rambut diikuti 12 peserta dan digelar selama lima hari di Aula Baznas Kabupaten Banjarnegara.
“Program ini dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang dapat langsung digunakan untuk membuka usaha maupun meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Budiyanto.
Untuk menyukseskan pelaksanaan pelatihan gelombang pertama ini, Baznas mengalokasikan anggaran sebesar Rp134 juta.
Tak hanya memberikan pelatihan, Baznas juga menyerahkan bantuan peralatan usaha produktif secara simbolis kepada 32 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp91 juta sebagai modal awal mengembangkan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Budiyanto juga memaparkan perkembangan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Juli 2026.
Dari target penerimaan sebesar Rp14 miliar, Baznas Banjarnegara telah berhasil menghimpun dana sekitar Rp5,8 miliar.
Sementara realisasi penyaluran dana telah mencapai Rp4.078.654.000 yang disalurkan melalui lima program utama.
Bidang kemanusiaan menjadi sektor dengan alokasi terbesar, yakni Rp1.939.900.000, meliputi bantuan sembako, penanganan bencana, program rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan kursi roda hingga sunatan massal.
Di bidang pendidikan, Baznas menyalurkan Rp659 juta untuk membantu siswa SD, SMP, mahasiswa, serta pemberian beasiswa.
Untuk sektor kesehatan disalurkan Rp536 juta yang dimanfaatkan bagi bantuan pengobatan, persalinan, serta penyediaan makanan tambahan guna mencegah stunting.
Sementara bidang dakwah memperoleh alokasi Rp421.475.000 untuk pembangunan dan rehabilitasi masjid maupun musala.
Adapun bidang ekonomi menerima anggaran Rp285.680.000, termasuk pembiayaan program pelatihan usaha produktif yang mulai dilaksanakan hari ini.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Baznas dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat kini telah berkembang, tidak lagi hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
“Zakat tidak lagi hanya menjadi bantuan konsumtif yang habis dalam waktu singkat. Melalui program ekonomi produktif seperti ini, Baznas telah membangun jalan agar mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan pengentasan kemiskinan di Banjarnegara masih cukup besar. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan daerah mencapai 13,28 persen atau lebih dari 124 ribu jiwa.
Karena itu, Wakhid menekankan pentingnya validasi data kemiskinan yang akurat serta penguatan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, Baznas, dunia usaha hingga aparatur sipil negara (ASN), agar berbagai program bantuan dan pemberdayaan benar-benar tepat sasaran.
“Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Dengan menggabungkan pelatihan keterampilan, bantuan peralatan usaha, dan pendampingan ekonomi, Baznas Banjarnegara berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjadi bagian dari rantai kebaikan sebagai muzakki di masa mendatang.