
CILACAP, SERAYUNEWS – Sebanyak 329 guru di Kabupaten Cilacap resmi menerima Surat Keputusan (SK) penugasan sebagai kepala sekolah. Di balik pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengungkap masih adanya kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan antarkawasan.
Fakta tersebut terlihat dari hasil seleksi calon kepala sekolah, di mana sebagian besar peserta yang lolos berasal dari wilayah Cilacap bagian timur. Sementara itu, jumlah guru yang memenuhi persyaratan dari wilayah barat masih relatif terbatas sehingga sejumlah kepala sekolah harus ditugaskan di luar domisilinya untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, pemerataan pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur maupun ekonomi, tetapi juga kualitas SDM di sektor pendidikan.
“Ini menjadi catatan bagi kami bahwa pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Cilacap belum merata. Tidak hanya pembangunan ekonomi, tetapi juga kualitas SDM pendidikan masih perlu diperkuat,” kata Ammy saat menyerahkan SK Bupati tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Selasa (30/6/2026).
Ammy menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya menempatkan kepala sekolah sedekat mungkin dengan domisili masing-masing. Namun, keterbatasan jumlah calon kepala sekolah yang memenuhi syarat di wilayah barat membuat sebagian guru harus menjalankan tugas di luar daerah tempat tinggalnya.
Ia meminta seluruh kepala sekolah yang menerima amanah tersebut dapat menjalankan penugasan dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerataan kualitas SDM pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar seluruh sekolah di Kabupaten Cilacap memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Selain menyoroti persoalan pemerataan SDM, Ammy juga mengingatkan para kepala sekolah untuk memperkuat pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
Ia menilai kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, disiplin, dan berintegritas.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada kasus-kasus tindakan amoral di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan tenaga pendidik maupun siswa. Kepala sekolah harus berani bertindak tegas,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Cilacap akan memberikan dukungan kepada kepala sekolah yang menjalankan penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau ada siswa yang melanggar aturan, disiplinkan dengan tegas. Jika ada keberatan dari orang tua terhadap penegakan disiplin yang sudah sesuai aturan, silakan laporkan kepada saya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cilacap, Bayu Prahara, mengatakan penugasan 329 guru sebagai kepala sekolah telah melalui mekanisme yang objektif, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Bayu, seluruh tahapan seleksi dilakukan melalui Sistem Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS) yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Proses tersebut meliputi pemetaan kebutuhan kepala sekolah, seleksi administrasi, penilaian kompetensi, hingga penerbitan persetujuan teknis.
Ia berharap para kepala sekolah yang menerima penugasan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di satuan pendidikan masing-masing sekaligus menjawab tantangan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.
Penugasan ratusan kepala sekolah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Cilacap sekaligus mendorong pemerataan SDM pendidikan di seluruh wilayah, baik di kawasan timur maupun barat.