
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di wilayah Kecamatan Cilacap Tengah. Berdasarkan data hasil validasi terbaru, tercatat sebanyak 37.193 jiwa masuk kategori desil 1 hingga desil 5 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Jumlah tersebut berasal dari 13.058 kepala keluarga dari total sekitar 95.872 jiwa penduduk yang tersebar di wilayah Kecamatan Cilacap Tengah.
Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo mengatakan, angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
“Berdasarkan hasil validasi terakhir, ada 13.058 kepala keluarga dengan jumlah 37.193 jiwa yang masuk desil 1 sampai desil 5. Ini menjadi perhatian bersama dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Agung.
Kecamatan Cilacap Tengah sendiri memiliki luas wilayah sekitar 51 kilometer persegi yang terdiri dari lima kelurahan, yakni Donan, Gunungsimping, Sidanegara, Lomanis, dan Kutawaru.
Dari lima wilayah tersebut, Kelurahan Kutawaru menjadi daerah terluas dengan karakteristik geografis yang cukup unik. Akses menuju wilayah itu masih harus ditempuh dengan penyeberangan, sehingga membutuhkan perhatian tersendiri dalam pelayanan publik dan pembangunan.
Meski angka kemiskinan masih cukup tinggi, Cilacap Tengah sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Kawasan ini ditopang sektor industri, perdagangan, UMKM hingga perikanan.
Keberadaan industri strategis nasional seperti PT Pertamina RU IV dan Pertamina Patra Niaga juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Namun demikian, pemerintah menilai penguatan sektor UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih perlu terus dilakukan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana menyebut persoalan kemiskinan dan stunting hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
“Karena itu, Pemkab Cilacap terus memprioritaskan penguatan pelayanan dasar, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat pelayanan publik, Pemkab Cilacap tahun ini juga mengusulkan pengadaan 534 calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Formasi tersebut terdiri dari ratusan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis untuk mendukung pelayanan masyarakat.
“Usulan kebutuhan ini bersifat zero growth, sehingga hanya menyesuaikan jumlah ASN yang memasuki masa pensiun,” ujar Annisa.
Selain pengadaan CPNS, pemerintah daerah juga berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan kepala sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Annisa mengakui tantangan pemerintahan saat ini tidak ringan. Meski begitu, ia meminta seluruh unsur pemerintah dan masyarakat tetap menjaga kekompakan agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal.
“Saya mengajak kita semua tetap semangat dan kompak, belajar dari pengalaman masa lalu. Pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Cilacap Tengah harus berjalan bersama agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap pelayanan dasar masyarakat semakin membaik sekaligus mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Cilacap.