
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen pertama bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, hingga teman sekelas. Pada kegiatan ini, biasanya setiap siswa diminta memperkenalkan diri di depan kelas atau kelompok.
Bagi sebagian orang, memperkenalkan diri di depan banyak orang bukanlah hal yang mudah. Rasa gugup, malu, hingga bingung harus memulai dari mana sering kali muncul saat mendapat giliran berbicara.
Padahal, perkenalan yang baik dapat menjadi awal untuk membangun hubungan yang positif dengan teman maupun guru.
Tidak perlu menggunakan kalimat yang rumit, perkenalan saat MPLS cukup disampaikan dengan bahasa yang sopan, jelas, dan menunjukkan kepribadian diri. Berikut lima contoh perkenalan MPLS yang bisa dijadikan inspirasi.
Perkenalan bukan sekadar menyebutkan nama. Melalui sesi ini, siswa dapat menunjukkan sikap percaya diri sekaligus memperkenalkan minat, hobi, atau cita-cita kepada teman-teman baru.
Selain memudahkan proses beradaptasi, perkenalan yang menarik juga dapat membuat orang lain lebih mudah mengingat nama dan karakter seseorang.
Oleh karena itu, sebaiknya persiapkan kalimat perkenalan sebelum hari pertama sekolah agar lebih percaya diri saat berbicara.
“Halo teman-teman dan Bapak/Ibu Guru. Perkenalkan, nama saya (nama lengkap). Saya berasal dari (asal sekolah). Saya tinggal di (alamat atau daerah). Hobi saya membaca buku dan bermain badminton. Saya senang bisa menjadi bagian dari sekolah ini. Semoga kita bisa belajar bersama dan menjadi teman yang baik. Terima kasih.”
Contoh ini cocok digunakan bagi siswa yang ingin tampil sederhana tetapi tetap sopan dan jelas.
“Selamat pagi semuanya. Nama saya (nama), biasanya dipanggil (nama panggilan). Saya berasal dari (asal sekolah). Kalau ditanya makanan favorit, saya paling suka bakso. Hobi saya bermain futsal dan mendengarkan musik. Saya berharap selama belajar di sini bisa mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru. Senang berkenalan dengan kalian semua.”
Perkenalan seperti ini membuat suasana menjadi lebih santai karena diselingi informasi ringan mengenai diri sendiri.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, nama saya (nama lengkap). Saya berasal dari (asal sekolah). Cita-cita saya ingin menjadi seorang dokter agar bisa membantu banyak orang. Saya memiliki hobi menggambar dan membaca. Mohon bimbingannya selama saya belajar di sekolah ini. Terima kasih.”
Kalimat tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tujuan dan impian yang dimiliki seorang siswa.
“Halo semuanya. Nama saya (nama). Tenang saja, nama saya memang panjang, tapi orangnya nggak ribet kok. Saya berasal dari (asal sekolah). Hobi saya bermain game, tetapi tetap ingat belajar. Semoga nanti kita bisa saling membantu saat belajar dan menjadi teman yang kompak. Terima kasih.”
Humor ringan seperti ini bisa mencairkan suasana, namun tetap harus disampaikan dengan sopan dan tidak berlebihan.
“Selamat pagi Bapak/Ibu Guru dan teman-teman. Nama saya (nama lengkap), biasa dipanggil (nama panggilan). Saya berasal dari (asal sekolah). Saya menyukai kegiatan olahraga dan organisasi. Saya berharap bisa aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah ini sekaligus menambah banyak teman. Mohon kerja sama dan pertemanannya selama kita belajar bersama.”
Contoh tersebut cocok bagi siswa yang ingin menunjukkan semangat mengikuti berbagai aktivitas sekolah.
Selain menyiapkan kalimat, ada beberapa hal yang dapat membuat perkenalan menjadi lebih berkesan. Pertama, berbicaralah dengan suara yang cukup jelas agar mudah didengar oleh guru dan teman-teman. Kedua, usahakan melakukan kontak mata dengan audiens sehingga terlihat lebih percaya diri.
Selanjutnya, jangan berbicara terlalu cepat. Berikan jeda pada setiap kalimat agar penyampaian lebih mudah dipahami. Jika masih merasa gugup, tarik napas terlebih dahulu sebelum mulai berbicara.
Tidak kalah penting, tersenyumlah saat memperkenalkan diri. Senyum sederhana dapat memberikan kesan ramah dan membuat suasana menjadi lebih nyaman.