
CILACAP, SERAYUNEWS – Kasus kebakaran di Kabupaten Cilacap masih menjadi perhatian serius. Hingga 30 Juni 2026, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 50 kejadian kebakaran. Mayoritas insiden dipicu oleh korsleting listrik, disusul faktor kelalaian manusia saat beraktivitas.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan permukiman warga. Selain itu, sejumlah kejadian juga menimpa bangunan usaha dan lokasi lainnya.
“Berdasarkan data yang kami miliki hingga akhir Juni 2026, terdapat 50 kejadian kebakaran. Kasus paling banyak masih terjadi di lingkungan permukiman,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Data Damkar menunjukkan sebanyak 32 kejadian terjadi di kawasan permukiman, 16 kasus terjadi di sektor dunia usaha, sedangkan dua kejadian lainnya berada di lokasi lain.
Gatot menjelaskan, gangguan instalasi listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Cilacap. Dari total 50 kejadian yang ditangani, sebanyak 27 kasus dipicu korsleting listrik.
Selain itu, faktor kelalaian atau human error menyumbang 18 kejadian, sedangkan lima kasus lainnya dipicu penggunaan tungku maupun tabung gas LPG. Selama periode tersebut tidak ditemukan kebakaran yang disebabkan puntung rokok maupun korek api.
Menurut Gatot, tingginya kasus akibat korsleting menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, menggunakan peralatan listrik sesuai standar, dan segera mengganti kabel atau komponen yang sudah rusak agar tidak memicu korsleting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat menggunakan kompor maupun peralatan memasak.
“Kemudian jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala ketika rumah ditinggalkan. Pastikan api benar-benar padam setelah selesai memasak,” kata Gatot.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, puluhan kejadian kebakaran tersebut tetap mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan data Damkar, satu orang mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran.
Selain itu, sebanyak 47 bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.
Gatot menilai upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kebakaran. Karena itu, pihaknya terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik dan peralatan rumah tangga secara aman.
Selain menangani kebakaran, Damkar Cilacap juga menjalankan berbagai operasi penyelamatan nonkebakaran yang terus meningkat. Hingga akhir Juni 2026, petugas telah melaksanakan 529 operasi penyelamatan.
Operasi tersebut didominasi evakuasi sarang tawon sebanyak 393 kali. Selanjutnya, petugas menangani 75 evakuasi ular, enam penyelamatan hewan liar, serta 55 pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.
Menurut Gatot, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peran pemadam kebakaran kini semakin luas dan tidak hanya berkutat pada pemadaman api.
“Jadi kami tidak hanya menangani kejadian kebakaran, tetapi juga berbagai penyelamatan nonkebakaran yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Damkar Cilacap juga terus memperkuat langkah pencegahan. Hingga 30 Juni 2026, tercatat telah dilaksanakan 159 kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran yang diikuti 8.486 peserta. Selain itu, petugas juga melakukan sembilan kegiatan inspeksi proteksi kebakaran pada bangunan gedung sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran di wilayah Kabupaten Cilacap.