
CILACAP, SERAYUNEWS – Lima puluh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan panjang tentang ketekunan, pengabdian, dan ribuan tangan yang pernah bekerja untuk menjaga nyala energi negeri.
Bagi Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, setengah abad perjalanan Kilang I menjadi momentum untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan mengucap syukur.
Suasana khidmat terasa di area Control Room Fuel Oil Complex (FOC) I, Senin sore (24/8/2026). Di tempat yang menjadi salah satu pusat kendali operasi, Perwira Pertamina berkumpul memperingati HUT ke-50 Kilang I -sebuah unit yang menjadi bagian penting dari perjalanan panjang RU Cilacap.
Pjs. Group Head of Operation & Manufacturing (GHOM) RU Cilacap, Erdyanto Perkasa, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan tasyakuran ini.
Menurutnya, di balik kecanggihan teknologi dan ketangguhan sistem operasi kilang, selalu ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yakni kekuatan doa dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Sehebat dan secanggih apa pun teknologi, ada kekuatan yang lebih besar dari semuanya. Kekuatan doa dan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tidak boleh disepelekan. Karena pada akhirnya, kita harus senantiasa yakin dan percaya bahwa kekuasaan Tuhan berada di atas segalanya,” ujar Erdyanto.
Perjalanan Kilang I berawal dari pembangunan pada 1974. Dua tahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1976, unit ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto. Tanggal tersebut kemudian menjadi tonggak peringatan HUT FOC I atau Kilang I.
Awalnya, Kilang I memiliki kapasitas 100 ribu barel/ hari. Kompleks ini terdiri atas Fuel Oil Complex (FOC) I, Lube Oil Complex (LOC) I, dan Utilities, yang dirancang untuk mengolah minyak mentah dari Timur Tengah menjadi berbagai produk energi.
Tidak hanya bahan bakar minyak (BBM), kilang juga dirancang menghasilkan produk non-BBM, termasuk Lube Base Oil sebagai bahan dasar minyak pelumas serta aspal.
Perjalanan itu terus berkembang. Melalui Debottlenecking Project pada awal 1996, kapasitas FOC I meningkat menjadi 118.000 barel per hari.
Seiring waktu, inovasi dan pengembangan terus dilakukan. Hadirnya Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC) memperkuat kemampuan kilang dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, termasuk Pertamax Turbo yang memenuhi standar Euro 4.
Lima puluh tahun kemudian, semangat untuk terus bertumbuh tidak berhenti. RU Cilacap kini juga mengambil bagian dalam perjalanan menuju energi yang lebih hijau melalui pengembangan produk energi hijau, termasuk Green Diesel dan Green Avtur.
Peringatan 50 tahun Kilang I sore itu tidak berhenti pada rasa syukur. Di tengah peringatan perjalanan panjang, para Perwira Pertamina juga menyalurkan donasi kepada Panti Asuhan Khoiru Ummah, Cilacap.
Langkah sederhana ini menjadi pengingat bahwa keberadaan kilang tidak pernah terpisahkan dari masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Yasri Ofrizal. Pesan-pesan penguat ruhani menjadi refleksi bagi para Perwira, mengingatkan kembali pentingnya menjaga keseimbangan antara profesionalisme, ikhtiar, dan ketundukan kepada Tuhan.
Rangkaian tasyakuran ditutup dengan pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus doa untuk langkah-langkah yang akan datang.
Di usia emasnya, Kilang I konsisten menjaga nyala energi negeri, menguatkan doa dan terus berbagi untuk sesama.