
CILACAP, SERAYUNEWS – Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap akan memulai pembelajaran perdana pada Senin (31/8/2026). Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Majenang itu telah menyiapkan fasilitas hingga peserta didik untuk menjalankan kegiatan belajar.
Pj Sekda Cilacap Annisa Fabriana mengatakan persiapan Sekolah Rakyat di Cilacap sudah hampir rampung. Dari sisi fisik, pembangunan fasilitas sekolah telah mencapai 96 persen.
“Jadi besok di hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 ini di seluruh Indonesia akan dimulai pembelajaran di Sekolah Rakyat. Dan Alhamdulillah, di Kabupaten Cilacap baik fisik maupun persiapan lainnya, artinya rekrutmen siswanya, kemudian kepala sekolah serta guru yang ada di sana, insyaallah sudah sudah dipersiapkan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Annisa, meski pembangunan secara keseluruhan belum mencapai 100 persen, fasilitas yang berkaitan langsung dengan aktivitas siswa telah selesai disiapkan. Kondisi itu membuat pembelajaran perdana tetap dapat dimulai sesuai jadwal.
“Dari fisik yang ada, Sekolah Rakyat yang berada di Kabupaten Cilacap yaitu di Kecamatan Majenang sudah berhasil terselesaikan 96 persen. Terutama untuk hal-hal yang memang akan langsung digunakan untuk aktivitas anak-anak didik, siswa-siswi Sekolah Rakyat sudah terselesaikan semuanya,” ujarnya.
Dari sisi penerimaan siswa, kebutuhan untuk jenjang SMP dan SMA disebut telah terpenuhi. Sekolah Rakyat Cilacap memiliki empat kelas untuk jenjang SMA dan empat kelas untuk SMP.
Sementara itu, jenjang SD hanya memiliki satu kelas dan jumlah siswanya belum memenuhi kapasitas maksimal.
“Dan dari seluruh kebutuhan atau rekrutmen yang dipersiapkan, kita sudah terpenuhi semua, empat kelas untuk SLTA atau SMA, empat kelas untuk SMP, dan satu kelas untuk SD, sudah terpenuhi,” jelasnya.
Annisa menyebut setiap kelas diperkirakan berisi sekitar 30 siswa. Jika seluruh kelas terisi penuh, total peserta didik Sekolah Rakyat Cilacap mencapai sekitar 270 siswa.
“Total siswanya berarti kan kalau satu kelas itu 30 orang. Kira-kira Berarti 270. Hanya untuk siswa SD, memang belum terpenuhi semuanya yang satu kelas itu belum terpenuhi semuanya,” katanya.
Menurutnya, belum terpenuhinya kuota siswa SD menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Terlebih konsep sekolah tersebut merupakan boarding school.
“Ya, ini menjadi sebuah tantangan bagi seluruh bangsa Indonesia bahwa ternyata untuk boarding school untuk Sekolah Rakyat bagi SD ini masih memerlukan kajian ulang,” ungkapnya.
Terkait pembiayaan operasional, Annisa memastikan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Dengan demikian, program tersebut sepenuhnya mendapat dukungan pemerintah pusat.
“Jadi, sepenuhnya ini adalah program pemerintah pusat dan khususnya di Kementerian Sosial. Jadi, alhamdulillah sangat bersyukur Kabupaten Cilacap dari 109 Sekolah Rakyat yang ada di Indonesia, kita dapat satu, ini menjadi sebuah berkah dan seluruhnya ditopang oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Pembukaan pembelajaran perdana di Sekolah Rakyat Majenang juga akan dilakukan secara virtual bersama Presiden. Wakil Menteri Sosial dijadwalkan hadir langsung di Majenang dalam momentum tersebut.
Untuk tenaga pendidik, kepala sekolah Sekolah Rakyat di Cilacap telah resmi tersedia. Namun, guru yang mengajar pada tahap awal masih berasal dari guru tamu yang ditugaskan dari sekolah-sekolah di Kabupaten Cilacap.
“Tenaga pendidik sementara ya, ini sementara itu diampu oleh guru tamu. Jadi kepala sekolahnya resmi sudah ada, tetapi gurunya masih merupakan guru tamu yang berasal dari guru-guru yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Annisa.
Rekrutmen guru resmi Sekolah Rakyat akan dilakukan sekitar September 2026. Proses tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga pendidik secara bertahap.
“Sambil nanti berjalan, pasti akan dicari, ya. Sekitar bulan September nanti sudah akan ada rekrutmen tentang guru resmi dari guru Sekolah Rakyat,” imbuhnya.
Annisa berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Cilacap berjalan lancar dan mampu mencapai tujuan utama program tersebut. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu dengan fasilitas pendidikan yang disiapkan pemerintah.
“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap, mudah-mudahan Sekolah Rakyat betul-betul seperti harapan Pak Presiden dan juga Menteri, ini betul-betul akan memutus rantai kemiskinan karena salah satu syarat untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat adalah warga miskin yang tidak mampu, dan di sana akan diberi fasilitas agar menjadi kader bangsa yang mampu berkualitas,” pungkasnya.