
SERAYUNEWS – Arus mudik di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas, terpantau padat lancar. Dalam sehari, sebanyak 85.258 kendaraan melintas di jalur strategis tersebut.
Data Pos Pengamanan Ajibarang dalam Operasi Ketupat Candi 2026 mencatat, kendaraan melintas dari arah Jakarta maupun sebaliknya pada Kamis (19/3/2026) sejak pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Kapolresta Banyumas, Petrus P. Silalahi, menyebut Ajibarang menjadi salah satu titik krusial perlintasan pemudik, terutama di persimpangan jalur tengah dan selatan Jawa Tengah.
Posisi strategis ini membuat volume kendaraan meningkat signifikan selama periode mudik Lebaran.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Polresta Banyumas menyiapkan berbagai fasilitas di Pos Pengamanan Ajibarang.
Fasilitas tersebut meliputi tempat istirahat dan salat, kursi pijat untuk mengurangi kelelahan, minuman gratis untuk berbuka puasa, hingga layanan kesehatan dengan tenaga medis siaga 24 jam.
Selain itu, tersedia ruang laktasi bagi ibu menyusui serta toilet portable bagi para pemudik.
Tak hanya itu, petugas juga menghadirkan layanan tambahan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.
Di antaranya BBM mobile bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar, tim rescue, tambal ban 24 jam, medis ride, bengkel 24 jam, hingga fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi.
“Silakan para pemudik yang melintas di Ajibarang untuk mampir dan memanfaatkan fasilitas yang telah kami sediakan. Ini bentuk pelayanan kami agar perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman,” ujar Kapolresta.
Kapolresta juga mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah.
“Jika merasa lelah, segera menepi dan beristirahat di pos pengamanan terdekat. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.
Sejumlah pemudik mengaku terbantu dengan fasilitas yang tersedia selama Operasi Ketupat Candi 2026.
“Saya tadi mampir karena sudah mulai lelah. Ada kursi pijat, minuman gratis, dan tenaga medis juga, jadi bisa istirahat sebelum lanjut perjalanan,” ujar salah satu pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Kebumen.
Pemudik lainnya juga mengapresiasi kesiapan petugas setelah kendaraannya kehabisan bahan bakar.
“Motor saya sempat kehabisan bensin dalam perjalanan menuju Cilacap. Petugas langsung membantu dengan membawakan BBM,” ujarnya.
Dengan dukungan fasilitas yang lengkap, arus mudik di wilayah Banyumas diharapkan berjalan lancar serta mampu meminimalisir risiko kecelakaan selama perjalanan.