Rabu, 25 Mei 2022

9 Hari di Pengungsian, Nyaris Seluruh Korban Banjir Tambak dan Sumpiuh Banyumas Terserang Penyakit Kulit

Dokumentasi Dinkes Banyumas saat melakukan pemeriksaan di Posko Pengungsian

Dari ratusan pengungsi di Kecamatan Tambak dan Sumpiuh yang diperiksa oleh tenaga kesehatan (nakes), sebanyak 75 persennya mengalami sakit gatal-gatal. Meski demikian mereka masih dapat tertangani dengan adanya pemeriksaan rutin dan suplai obat-obatan dari berbagai pihak.


Purwokerto, serayunews.com

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, untuk penanganan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh sejumlah puskesmas dan rumah sakit pemerintah serta swasta seperti di Desa Karangpetir, Kecamatan Tambak. Di mana Puskesmas 1 Tambak memeriksa 292 orang, kemudian di Desa Gebangsari sebanyak 431 orang yang di periksa.

Baca juga  Angka Perceraian Tinggi, Para Janda di Banjarnegara Bentuk Paguyuban dengan Puluhan Anggota

“Untuk Desa Gumelar Kidul sebanyak 237 orang dan Desa Plangkap 365 orang yang diperiksa,” Katanya, Rabu (23/3/2022).

Sementara untuk Kecamatan Sumpiuh, di Desa Pandak 31 orang di periksa, Desa Lebeng 47 orang diperiksa, Desa Kuntili 221 orang diperiksa oleh Puskesmas Sumpiuh, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Siaga Medika. Desa Karanggedang 156 orang diperiksa oleh PMI dan Rumah Sakit Medika Lestari.

“Persentase penyakit keluhan gatal-gatal sebanyak 75 persen, 10 persen demam dan pegal-pegal, 10 persen dispepsia dan 5 persen diare dan yang di rujuk ke Puskesmas ada tiga orang lansia karena dehidrasi dan hipertensi. Tidak ada yang di rujuk ke Rumah Sakit, ” Ujarnya.

Baca juga  Halalbihalal Partai Golkar Purbalingga Jadi Momentum Konsolidasi Internal

Meski orang yang diperiksa cukup banyak, para pengungsi tidak perlu khawatir karena ada pengobatan secara rutin l, baik dilakukan oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta.

“Bantuan obat-obatan juga sudah rutin, ” Kata dia. (San)

Berita Terkait

Berita Terkini