
SERAYUNEWS – Polemik rencana relokasi Puskesmas 2 Cilongok kembali menguat. Mantan Kepala Desa Jatisaba, Warid SH, secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Banyumas meninjau ulang kebijakan pemindahan lokasi pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Ia menyebut, mayoritas warga Desa Jatisaba menolak jika lokasi Puskesmas 2 Cilongok dipindahkan ke wilayah lain.
“Sebanyak 98 persen warga Jatisaba menginginkan agar Puskesmas 2 Cilongok tetap berada di Jatisaba. Saya sudah menemui Bupati dan Ketua DPRD Banyumas untuk menyampaikan aspirasi ini,” kata Warid, Kamis (5/2/2026).
Warid menambahkan, penolakan relokasi tidak hanya datang dari warga Jatisaba. Dukungan juga mengalir dari sebagian pemuda Desa Kasegeran.
Dalam komunikasi politik yang telah dilakukan, Ketua DPRD Banyumas bahkan menyarankan Warid untuk melanjutkan dialog dengan Komisi 4 DPRD Banyumas guna membahas polemik tersebut secara lebih mendalam.
Polemik relokasi Puskesmas 2 Cilongok sebelumnya juga menjadi perhatian serius anggota Fraksi DPRD Banyumas, H. Anang Agus Kostrad.
Dalam diskusi terbatas bersama sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Cilongok, Anang menilai solusi yang lebih ideal adalah membangun unit layanan baru, bukan memindahkan fasilitas yang sudah ada.
“Jika penetapan lokasi Puskesmas 2 terus menimbulkan konflik, lebih baik dipertimbangkan pendirian Puskesmas 3. Sedangkan Puskesmas 2 yang ada di Jatisaba tetap beroperasi melayani masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2/2026) malam.
Menurut Anang, pendekatan pembangunan puskesmas baru jauh lebih mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya dari sisi akses dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Ia menilai, memaksakan satu lokasi justru berisiko memicu konflik sosial yang berkepanjangan di tengah masyarakat Cilongok.
Saat ini, Puskesmas 2 Cilongok melayani sembilan desa, yakni:
Dari sembilan desa tersebut, empat desa dinilai memiliki jarak layanan cukup jauh, yaitu Pejogol, Langgongsari, Pageraji, dan Cipete.
Kondisi geografis ini dinilai menjadi salah satu dasar penting untuk memperkuat jaringan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Cilongok.
Anang menegaskan, secara demografis Kecamatan Cilongok telah memenuhi syarat untuk memiliki lebih banyak fasilitas kesehatan.
“Dengan jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa, Cilongok sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk memiliki hingga empat puskesmas kategori rawat inap,” kata Anang yang kini menjabat Ketua Fraksi DPRD Banyumas.