
PURWOKERTO, SERAYUNEWS- Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Guest Lecture pada Senin, 29 Juni 2026.
Kuliah tamu internasional yang mengangkat tema “Soil Erosion and Desertification in Karst Landscapes: Management and Conservation Strategies” tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan Associate Professor Chongqing Normal University, China, Dr. Fengling Gan, sebagai pembicara utama.
Kegiatan dipandu Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto, Gangsar Edi Laksono, serta diikuti sekitar 49 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi maupun institusi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen UIN Saizu dalam meningkatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional sekaligus memperluas kolaborasi akademik lintas negara di bidang ilmu lingkungan.
Dalam paparannya, Dr. Fengling Gan menjelaskan bahwa bentang alam karst merupakan ekosistem unik yang memiliki nilai ekologis tinggi. Namun, kawasan tersebut termasuk wilayah yang sangat rentan mengalami degradasi akibat erosi tanah dan fenomena rocky desertification atau desertifikasi berbatu.
Dia mengungkapkan bahwa perubahan fungsi lahan, berkurangnya tutupan vegetasi, serta aktivitas manusia yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan kawasan karst.
“Kawasan karst membutuhkan pengelolaan yang tepat agar fungsi ekologisnya tetap terjaga sekaligus mampu mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Dr. Fengling Gan.
Menurutnya, pengelolaan kawasan karst tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial, kebijakan, dan keberlanjutan lingkungan.
Selain membahas penyebab degradasi lingkungan, Dr. Fengling Gan juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai instrumen penting dalam memantau perkembangan erosi tanah maupun desertifikasi.
Melalui analisis spasial, kedua teknologi tersebut mampu mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi sehingga menjadi prioritas dalam program konservasi.
Data hasil pemetaan kemudian dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan lahan yang lebih efektif, terukur, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Pendekatan berbasis teknologi tersebut dinilai semakin penting karena mampu membantu peneliti, pemerintah, maupun pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan berdasarkan data ilmiah.
Dalam kesempatan itu, Dr. Fengling Gan juga membagikan sejumlah praktik konservasi yang telah diterapkan di kawasan karst di Tiongkok.
Beberapa strategi yang dipaparkan meliputi pembangunan terasering pada lahan miring, pengendalian limpasan permukaan melalui saluran konservasi, pembangunan kolam penampung air, hingga restorasi vegetasi untuk mengurangi laju erosi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan konservasi kawasan karst hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi modern secara berkelanjutan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari indikator awal degradasi bentang alam karst, metode konservasi paling efektif dalam mengendalikan erosi, hingga pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap meningkatnya risiko desertifikasi.
Diskusi tersebut memperkaya wawasan peserta sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan China mengenai tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan karst.
Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu terus mengimplementasikan visi “Science for Harmony” dengan memperkuat internasionalisasi pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kolaborasi riset yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan di tingkat lokal maupun global.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempererat kerja sama akademik antara UIN Saizu Purwokerto dan Chongqing Normal University, khususnya pada bidang konservasi tanah, pengelolaan bentang alam karst, serta pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi penelitian yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.