
PEMALANG, SERAYUNEWS – Nama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mendadak menjadi perhatian setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa, 28 Juli 2026.
Informasi terbaru menyebut Anom menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya penangkapan itu pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kabar tersebut membuat sosok Anom Widiyantoro ikut ramai dicari, mulai dari perjalanan karier, pendidikan, hingga latar belakang politiknya.
Anom Widiyantoro bukan sosok yang dikenal lama sebagai politisi partai. Sebelum masuk ke arena Pilkada Pemalang, ia justru memiliki perjalanan panjang sebagai profesional di lingkungan BUMN.
Dalam Pilkada Pemalang 2024, Anom maju bersama Nurkholes sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Pasangan tersebut mendapatkan dukungan dari enam partai politik. Salah satunya adalah Partai Golkar, bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, dan Partai Buruh.
Dukungan atau pengusungan dalam Pilkada tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang merupakan kader partai tersebut. Anom sendiri dikenal tidak sebagai anggota partai.
Pilkada 2024 menjadi pintu masuk Anom ke pemerintahan daerah. Ia berpasangan dengan Nurkholes dan berhasil memenangkan kontestasi tersebut.
Pasangan Anom-Nurkholes memperoleh 278.043 suara atau 44,51 persen suara sah. Hasil itu mengantarkan keduanya menjadi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih.
Keduanya kemudian dilantik pada 20 Februari 2025 dan mulai menjalankan pemerintahan Kabupaten Pemalang untuk masa jabatan 2025-2030.
Dengan demikian, Anom yang sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai profesional perusahaan kemudian beralih menjadi kepala daerah.
Anom Widiyantoro lahir pada 20 Maret 1970. Ia menghabiskan masa sekolah di wilayah Cimahi dan Bandung, Jawa Barat.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi pada 1977-1983. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi pada 1983-1986 dan SMA Negeri 4 Bandung pada 1986-1989.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Anom merantau ke Semarang untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia tercatat menyelesaikan S1 Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro pada 1996.
Tidak berhenti di jenjang sarjana, Anom kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Padjadjaran Bandung. Ia menyelesaikan program S2 Magister Ekonomi dan Bisnis pada 2005.
Latar belakang pendidikan tersebut kemudian cukup berkaitan dengan perjalanan profesionalnya yang banyak bersinggungan dengan keuangan dan manajemen.
Jauh sebelum menjadi Bupati Pemalang, Anom telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di dunia profesional.
Dalam riwayat pekerjaan yang tercantum dalam profilnya, Anom berkarier di PT Wijaya Karya sejak 1996 hingga 2021.
Selama berada di perusahaan tersebut, ia pernah menjalani sejumlah posisi, antara lain expert staff atau staf ahli, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri, hingga general manager.
Setelah perjalanan panjang tersebut, Anom melanjutkan karier di PT Hotel Indonesia Property atau PT HIPA.
Pada 2021-2024, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko.
Pengalaman profesional tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Anom sebelum akhirnya memilih terjun dalam kontestasi politik daerah.
OTT KPK membuat perjalanan Anom sebagai kepala daerah kembali menjadi sorotan. Operasi tersebut berlangsung pada 28 Juli 2026 dan Anom disebut sebagai salah satu pihak yang diamankan. KPK kemudian membenarkan informasi mengenai penangkapan tersebut.
Meski demikian, publik tetap perlu menunggu penjelasan resmi mengenai perkara yang sedang ditangani, termasuk konstruksi kasus dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Sebab, seseorang yang diamankan dalam OTT belum otomatis dapat disebut terbukti melakukan tindak pidana.
Masih ada tahapan pemeriksaan dan proses hukum yang harus dilalui sebelum status seseorang ditentukan secara resmi.
Nama: Anom Widiyantoro, S.E., M.M.
Tempat, tanggal lahir: Cimahi, 20 Maret 1970
Jabatan: Bupati Pemalang periode 2025-2030
Pendidikan S1: Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro, lulus 1996
Pendidikan S2: Magister Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, lulus 2005
Karier: PT Wijaya Karya, 1996-2021
Jabatan terakhir di PT HIPA: Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko, 2021-2024
Pasangan Pilkada 2024: Nurkholes
Partai pengusung: Golkar, PSI, Gelora, Perindo, Hanura, dan Partai Buruh
Masa jabatan: 2025-2030
Dengan latar belakang profesional yang cukup panjang, perjalanan Anom Widiyantoro menuju kursi Bupati Pemalang memang menarik untuk disimak.
Ia tidak berangkat dari karier politik yang panjang, melainkan dari dunia perusahaan sebelum akhirnya maju dalam Pilkada 2024.
Kini, perhatian publik tertuju pada perkembangan kasus yang membuat namanya disebut dalam OTT KPK.
Detail perkara dan status hukum Anom masih menunggu keterangan lebih lanjut dari lembaga antirasuah.