
SERAYUNEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap mulai mematangkan langkah menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau 2026.
Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari penguatan anggaran hingga kesiapan armada distribusi air bersih.
Ketua PMI Cilacap, Farid Ma’ruf, menegaskan bahwa kesiapan teknis menjadi prioritas utama.
“Kita siapkan anggarannya, kemudian kita cek kesiapan tangkinya, mulai dari kondisi ban hingga kelaikan jalannya. Semua kita pastikan dalam kondisi siap,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, armada tangki air menjadi ujung tombak distribusi bantuan, sehingga harus dalam kondisi prima untuk menjangkau wilayah terdampak secara cepat.
PMI Cilacap telah mengidentifikasi daerah yang kerap mengalami krisis air bersih saat kemarau, di antaranya Kawunganten dan Patimuan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebutuhan distribusi air bisa meningkat tajam saat kemarau ekstrem.
“Kalau melihat pengalaman sebelumnya, distribusi bisa mencapai hampir 500 tangki yang tersebar di sekitar 10 kecamatan. Jadi kita tetap siaga,” jelas Farid.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, PMI juga menjalin koordinasi dengan PDAM.
Jika armada internal tidak mencukupi, PMI akan memanfaatkan dukungan armada tambahan dari PDAM.
“Kalau nanti kurang, kita koordinasi dengan PDAM. Kita bisa pinjam armada untuk membantu distribusi,” katanya.
PMI memastikan layanan bantuan air bersih terbuka luas bagi masyarakat, bahkan hingga tingkat RT. Namun, pengajuan tetap harus melalui prosedur resmi.
Surat permohonan menjadi syarat utama, dengan tembusan kepada pihak terkait seperti camat, kepala desa, dan PMI kecamatan.
“Berapapun permintaan akan kita layani, yang penting ada surat permohonan resmi. Itu penting untuk menjaga koordinasi agar penyaluran tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan kesiapan armada, pemetaan wilayah rawan, serta kolaborasi lintas sektor, PMI Cilacap optimistis dapat meminimalkan dampak krisis air bersih selama musim kemarau.
Upaya ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di daerah yang setiap tahun terdampak kekeringan.