More
    Selasa, 24 Mei 2022

    Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Cilacap Setop Pengadaan Sapi dan Kambing dari Luar Daerah

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Susilan saat monitoring ke kandang peternakan sapi di Cilacap (Foto Dinas Pertanian Cilacap)

    Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang marak terjadi di sejumlah daerah menjadi perhatian termasuk Kabupaten Cilacap. Meski Cilacap diklaim masih aman, namun antisipasi sudah dilakukan mulai dari monitoring hewan di peternak, pemberian vitamin, termasuk pengehentian sementara pengadaan sapi dan kambing dari luar daerah.


    Cilacap, serayunews.com

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Susilan. Ia mengatakan, bahwa seluruh petugas jajarannya sudah diterjunkan untuk mengawasi, mencegah, dan mengantisipasi penyebaran wabah PMK di Kabupaten Cilacap.

    “Antisipasinya kita sudah kerahkan seluruh jajaran petugas Dinas baik paramedik dan karyawan untuk mengawasi di petani/peternak, pengepul, rumah pemotongan hewan. Kita juga akan mengundang para peternak dan tukang jagal untuk sosialisasi dampak maupun cara penanggulangan penyakit mulut dan kuku supaya tidak terjadi di Cilacap,” ujar Susilan, Jumat (13/5/2022).

    Baca juga  Momen Lebaran Jadi Harapan Pengelola Hotel di Cilacap  

    Susilan mengatakan, selain monitoring hewan ternak, pihaknya juga akan menghentikan sementara pengadaan hewan seperti sapi dan kambing terutama dari luar daerah maupun daerah yang sudah terpapar wabah PMK tersebut.

    “Rencana kita juga menghentikan pengadaan ternak, terutama ternak kambing dan sapi. Pengadaanya sementara disetop dulu. Karena kita ada lelang kambing dan sapi, sesuai arahan Menteri untuk ditunda dahulu,” ujarnya.

    Meskipun pengadaan hewan dihentikan sementara, namun Dinas menyatakan stok kebutuhan daging di Cilacap masih aman hingga Lebaran Iduladha mendatang.

    “Populasi sapi di Cilacap ada 4000 lebih, sedangkan kambing 13 ribu, kalau kerbau sedikit. Untuk stok daging hingga jelang Iduladha masih aman dan tercukupi,” ujarnya.

    Baca juga  Musibah Malam Takbiran, Rumah Warga di Kedungreja Cilacap Kebakaran

    Sementara itu, petugas medik Dinas Pertanian Cilacap, drh Hanung mengatakan, secara preventif para petugas medik di bawah Dinas Pertanian sudah bergerak dan berkeliling memeriksa hewan ternak yang rawan terjangkit wabah PMK.

    “Petugas medis sudah preventif keliling ke kandang ternak, untuk pemberian vitamin dan memeriksa kesehatan hewan, seperti pemeriksaan hewan di wilayah yang dilakukan di wilayah Kroya dan Binangun serta wilayah lain, hasil pemeriksaan sapi dan kambing dinyatakan sehat,” ujarnya.

    Menurutnya, untuk gejala ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yakni mengalami gejala demam tinggi, sulit makan, ada kepincangan, lesi di mulut (sariawan), dan ambruk, serta air liur banyak hingga berbusa.

    Baca juga  Pemkab Kalah dalam Gugatan Tukar Guling Tanah di Desa Makam, Begini Tanggapan Bupati Purbalingga

    “Apabila menemukan tanda-tanda seperti itu, diharapkan untuk segera melapor ke dokter hewan terdekat, mulai di wilayah Cilacap timur ada di Puskeswan di Mujur Kroya, Puskeswan Tritih, Sidareja dan Majenang,” ujarnya.

    Sedangkan terkait dengan penularannya, wabah PMK disebut tidak menular ke manusia, namun pihaknya meminta tetap mewaspadai terhadap penyakit PMK tersebut.

    “Ke manusia tidak menular, tapi harus tetap waspada, hewan yang terkena PMK sebaiknya tidak dikonsumsi. Jenis ternak yang bisa terjangkit yang memiliki kuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, babi dan sejenisnya,” ujarnya.

    BERITA TERKAIT

    Adisatrya Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Sampang Cilacap

    Anggota Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menggelar sosialisasi 4 pilar MPR RI di Desa Karangjati Kecamatan Sampang, Cilacap, Senin, 25 april 2022...

    Pejabat Ditjen Pas Sambangi Nusakambangan, Apresiasi Revitalisasi

    Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Thurman Hutapea melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan,...

    Tumpeng Nusantara Gotong Royong, Kukuhkan Pengurus Tlasih Delapan Tujuh Banjarnegara

    Demi mempertahankan adat dan budaya leluhur, Pengurus Yayasan Tlasih Delapan Tujuh Banjarnegara, dikukuhkan oleh pendiri Yayasan Tlasih Delapan Tujuh, Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno...

    Desa Dieng Kulon, Masuk Nominasi Lomba Desa Bersih Kabupaten Banjarnegara

    Setelah dilakukan penilaian, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, akhirnya masuk nominasi desa dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Banjarnegara. Hal ini...

    Perjuangkan Insentif bagi RT-RW, PAPDESI Cilacap Temui Sekda

    Sepuluh perwakilan dari Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Cilacap bersilaturahmi ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap. Dalam pertemuan tersebut, PAPDESI menyampaikan...

    Pemkab Banyumas, Tergetkan Jumlah Kasus Stunting di Banyumas Jadi 14 Persen di 2024

    Bupati Banyumas, Achmad Husein menargetkan prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024. Target tersebut, akan mungkin tercapai jika organisasi pemerintah daerah (OPD) dan stakeholder...

    Diduga Kabel Korslet, Rumah di Sigaluh Banjarnegara Terbakar

    Diduga akibat korsleting kabel listrik, rumah milik Adi Warsono (55) yang ada di Desa Gembongan RT 01 RW 01, Kecamatan Sigaluh terbakar pada, Selasa...

    Polisi Amankan Ibu yang Tega Buang Bayinya dengan Kardus di Sungai Pagedongan Banjarnegara, Ternyata Ini Alasannya

    Setelah melakukan penyidikan, jajaran Polres Banjarnegara akhirnya berhasil mengamankan pelaku pembuang bayi di sungai Kedawung, Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan Jumat (22/5/2022) lalu. Banjarnegara, Serayunews.com Pelaku pembuang...