
SERAYUNEWS – Algoritma media sosial TikTok memang memiliki cara kerja yang unik dalam mempopulerkan sebuah istilah. Lantas, apa arti tren tanteholic?
Berbagai kata dan frasa baru bisa tiba-tiba muncul, viral, lalu digunakan secara masif oleh warganet hanya dalam hitungan hari.
Salah satu istilah yang belakangan ini ramai menghiasi linimasa For You Page (FYP) pengguna Indonesia adalah “Tante Holic”.
Bagi sebagian orang, istilah ini terdengar menarik, namun tak sedikit pula yang mengaku bingung dengan maknanya.
Tante Holic kerap muncul dalam caption video yang menampilkan interaksi antara pria muda dengan wanita yang usianya terlihat jauh lebih matang.
Bahkan, ada pula pengguna pria yang menjadikannya sebagai label identitas di bio profil mereka.
Fenomena ini pun memicu berbagai pertanyaan. Apakah Tante Holic merupakan sindiran?
Ataukah justru sebuah pengakuan terbuka tentang preferensi asmara yang kini semakin berani diekspresikan di ruang publik digital?
Istilah Tante Holic mulai populer seiring maraknya konten hiburan di media sosial, khususnya TikTok.
Banyak kreator membuat video dengan tema ketertarikan pada wanita dewasa, baik dalam bentuk candaan ringan, cerita pengalaman, hingga parodi yang mengundang tawa.
Dari unggahan-unggahan semacam itu, kata Tante Holic semakin sering digunakan oleh warganet.
Lambat laun, istilah ini pun menjadi bahasa gaul baru yang dipahami secara kolektif oleh pengguna media sosial, terutama generasi muda.
Perlu diketahui, penggunaan istilah Tante Holic bersifat informal dan tidak resmi.
Dalam banyak konteks, kata ini lebih sering digunakan sebagai lelucon atau self-labeling untuk mengekspresikan selera pribadi tanpa maksud serius.
Inilah yang membuat Tante Holic terasa santai dan mudah diterima di kalangan pengguna media sosial.
Di media sosial, Tante Holic sering muncul dalam komentar atau balasan seperti, “gue Tante holic” atau “ternyata banyak Tante holic di sini”.
Ungkapan semacam ini umumnya tidak mengandung makna negatif, melainkan sekadar ekspresi ketertarikan personal.
Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan situasi dan konteks.
Pasalnya, tidak semua orang nyaman dengan label tertentu, apalagi jika disampaikan secara berlebihan atau tanpa mempertimbangkan etika berkomunikasi di ruang publik digital.
Menariknya, Tante Holic bukan satu-satunya istilah yang viral.
Belakangan ini, muncul pula istilah lain seperti Pashmina Holic dan Dede Holic yang ikut meramaikan tren bahasa gaul di media sosial.
Bisa dibilang, istilah Pashmina Holic, Tante Holic, dan Dede Holic merupakan bagian dari bahasa gaul yang diciptakan oleh generasi masa kini.
Generasi Z dan Gen Alpha memang dikenal kreatif dalam menciptakan tren baru, termasuk dalam urusan bahasa.
Tak jarang, istilah-istilah tersebut terasa asing dan sulit dimengerti oleh generasi sebelumnya.
Namun, di kalangan anak muda, istilah ini justru menjadi cara unik untuk mengekspresikan identitas, selera, dan preferensi dengan gaya santai.
Perbedaan antara Tante Holic, Pashmina Holic, dan Dede Holic sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Salah satu contohnya terlihat dalam unggahan akun TikTok @musang_kecik, yang ikut menggunakan tren Pashmina Holic dan Tante Holic.
Dalam unggahannya, akun tersebut menyatakan preferensinya secara terbuka.
“kalo yang lain milih #tanteholic aku milih #pashminaholic, pap nya dong #pashminaholic,” kata akun TikTok @musang_kecik yang dikutip.
Dari konten tersebut, dapat dipahami bahwa istilah-istilah holic ini merujuk pada kesukaan atau ketertarikan seseorang terhadap tipe tertentu.
Agar tidak salah kaprah, berikut penjelasan makna masing-masing istilah yang kini ramai digunakan:
Pertama, Tante Holic merujuk pada ketertarikan terhadap wanita yang usianya lebih tua, namun masih memiliki jiwa muda sehingga mampu memikat pria yang lebih muda darinya.
Dalam konteks lain, Tante Holic juga bisa berarti pria muda yang menyukai wanita dewasa, bahkan yang usianya setara dengan ibunya.
Kedua, Dede Holic menggambarkan seseorang yang lebih menyukai pria atau wanita dengan usia yang jauh lebih muda dari dirinya.
Istilah ini juga digunakan secara santai dan sering kali bernuansa candaan.
Ketiga, Pashmina Holic adalah sebutan bagi pria yang tertarik atau menyukai wanita yang menggunakan jilbab pashmina.
Istilah ini lebih menekankan pada gaya berpakaian dibandingkan faktor usia.
Secara garis besar, Pashmina Holic, Tante Holic, dan Dede Holic memiliki kesamaan makna, yaitu menunjukkan ketertarikan pada suatu hal.
Perbedaannya terletak pada konteks objek yang disukai, apakah berdasarkan usia, gaya berpakaian, atau karakter tertentu.
Munculnya istilah-istilah seperti Tante Holic dan Pashmina Holic menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang bebas bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri.
Selama digunakan secara wajar dan tidak merendahkan pihak lain, tren bahasa gaul ini dapat dipandang sebagai bagian dari dinamika budaya digital.
Pada akhirnya, memahami tren semacam ini membantu Anda agar tidak ketinggalan informasi sekaligus lebih bijak dalam menanggapi fenomena viral di media sosial.***