SERAYUNEWS – Dalam beberapa pekan terakhir, jagat dunia maya diramaikan oleh kemunculan meme absurd yang kemudian sukses mencuri perhatian banyak orang, bahkan sampai ke netizen luar negeri.
Meme ini dikenal dengan nama “Tung Tung Tung Sahur”, dan keberadaannya kini menjamur di berbagai platform media sosial, terutama TikTok.
Tak hanya sekadar tren lokal, meme ini ternyata telah diadopsi secara global, bahkan oleh akun-akun resmi klub sepak bola Eropa seperti AC Milan, Juventus, hingga Napoli.
Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang bertanya-tanya, apa itu Tung Tung Tung Sahur? Dari mana asalnya? Dan apakah karakter ini benar-benar nyata atau hanya rekaan belaka?
Istilah “Tung Tung Tung Sahur” bisa diartikan mencerminkan kebiasaan lama masyarakat Indonesia dalam membangunkan warga untuk makan sahur selama bulan Ramadhan.
Biasanya, sekelompok orang akan berjalan keliling kampung sambil menabuh kentungan, bedug, atau benda-benda lain yang menghasilkan bunyi nyaring.
Kemudian, suara khas “tung tung tung” menjadi penanda bahwa waktu sahur telah tiba.
Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi ini diangkat menjadi bahan konten meme unik, kocak, sekaligus sedikit menyeramkan.
Dengan kata lain, meme ini memadukan budaya lokal dengan imajinasi liar.
Popularitas meme ini melesat cepat, terutama di TikTok, setelah seorang kreator dengan nama akun @noxaasht mengunggah konten yang menggabungkan karakter unik dengan narasi suara dari kecerdasan buatan (AI).
Dalam format video tersebut, karakter “Tung Tung” digambarkan sebagai makhluk absurd yang muncul untuk membangunkan orang sahur, dan jika seseorang tidak bangun setelah tiga kali dipanggil, makhluk ini dikisahkan akan muncul secara misterius.
Di samping itu, efek filter 3D dari karakter ini bahkan sudah ada di TikTok dimana ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan karakter “Tung Tung” secara lebih nyata.
Menariknya, beberapa klub besar Eropa yang disebutkan sebelumnya tadi ikut menggunakan filter ini dalam video mereka.
Kemudian, banyak pula konten kreator luar yang kini membuat konten dimana mereka akan menanyakan orang di jalananan untuk memilih salah satu dari dua pilihan makhluk “anomali”, termasuk Tung Tung Tung Sahur.
Hal inilah yang kemudian menjadi bukti nyata bahwa meme ini telah dikenal global.
Tung Tung Tung Sahur bukan hanya sekadar meme lucu, melainkan juga membawa unsur horor yang absurd dan tidak terduga.
Inilah yang membuat banyak orang tertarik—karena meme ini mampu menggabungkan unsur humor, nostalgia, budaya, dan elemen horor.
Bagi sebagian orang, meme ini sekadar hiburan kreatif yang menyegarkan saat Ramadhan.
Namun bagi yang lain, nuansa horor dan karakter misteriusnya justru menjadi nilai tambah yang membuat konten ini semakin menarik untuk dibahas.
Jawabannya adalah tidak. Karakter “Tung Tung Tung Sahur” sepenuhnya merupakan hasil imajinasi kreatif dari pengguna Internet.
Tidak ada bukti bahwa makhluk aneh yang disebut dalam meme ini benar-benar eksis di dunia nyata.
Ia hanyalah bagian dari tren digital yang merespons budaya sahur dengan pendekatan yang segar dan menghibur.
Jadi kesimpulannya, Tung Tung Tung Sahur adalah fenomena digital yang menggabungkan warisan budaya Indonesia dengan gaya humor Internet yang kekinian.
Meski berangkat dari tradisi sahur yang sebenarnya, transformasinya ke dalam bentuk meme menjadikan karakter ini viral dan mendunia.
Meskipun tidak nyata, kehadirannya telah memberi warna baru dalam dunia konten selama bulan Ramadhan 2025.
Juga, menunjukkan betapa kuatnya kekuatan budaya sekaligus kreativitas warganet dalam menciptakan hiburan global dari sesuatu yang lokal.***