SERAYUNEWS – Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika menjalankan ibadah puasa adalah makan sahur.
Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya mengenai waktu sahur, terutama bagi mereka yang sering begadang atau memiliki aktivitas hingga larut malam.
Pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah boleh sahur pada pukul 12 malam atau bahkan pukul 1 dini hari.
Keraguan ini muncul karena sebagian orang mengira sahur hanya boleh dilakukan menjelang waktu subuh.
Padahal, dalam ajaran Islam terdapat penjelasan mengenai batas waktu sahur yang perlu dipahami oleh setiap muslim agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih baik.
Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum sahur pada tengah malam hingga batas waktu sahur menurut pandangan ulama dan dalil-dalil yang berkaitan dengan hal tersebut.
Keutamaan Sahur dalam Ibadah Puasa
Sahur merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang akan menjalankan puasa Ramadan.
Meskipun sahur tidak termasuk syarat sah puasa, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan amalan ini.
Anjuran tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.
Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam dianjurkan untuk makan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Sahur tidak hanya memberikan nilai ibadah, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Dengan makan sahur, tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari saat berpuasa.
Selain itu, sahur juga menjadi salah satu pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa yang dilakukan oleh umat lain.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu perbedaan antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab adalah adanya makan sahur.
Apakah Boleh Sahur Jam 12 Malam atau Jam 1 Dini Hari?
Banyak orang yang memilih makan sahur lebih awal karena takut tertidur dan melewatkan waktu sahur.
Tidak jarang pula mereka yang masih terjaga hingga larut malam memilih makan pada pukul 12 atau 1 dini hari sebelum tidur.
Pertanyaannya, apakah sahur pada waktu tersebut diperbolehkan?
Dalam penjelasan ulama, waktu sahur sebenarnya tidak ditentukan secara spesifik pada jam tertentu.
Namun terdapat batas waktu yang menjelaskan kapan sahur mulai diperbolehkan dan kapan sahur harus dihentikan.
Syekh Ibrahim Al-Baijuri dalam kitab Hasyiyah al-Baijuri menjelaskan bahwa waktu sahur dimulai sejak tengah malam.
Artinya, makan yang dilakukan setelah pukul 12 malam sudah bisa dikategorikan sebagai sahur.
Berdasarkan penjelasan tersebut, makan pada pukul 1 dini hari termasuk sahur karena waktunya sudah melewati tengah malam.
Dengan demikian, seseorang yang makan pada jam tersebut tetap mendapatkan kesunnahan sahur.
Namun berbeda jika makan dilakukan sebelum pukul 12 malam. Menurut penjelasan ulama tersebut, makan sebelum tengah malam tidak termasuk sahur sehingga tidak memperoleh keutamaan sunnah sahur.
Anjuran Mengakhirkan Waktu Sahur
Meskipun sahur diperbolehkan sejak tengah malam, para ulama menganjurkan agar waktu sahur dilakukan mendekati waktu subuh.
Anjuran ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa umat Islam akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.
Karena itu, sebagian besar masyarakat biasanya melaksanakan sahur sekitar pukul 03.00 hingga menjelang azan subuh.
Waktu tersebut dianggap sebagai waktu yang paling utama karena sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Mengakhirkan sahur juga memiliki manfaat praktis. Selain mengikuti anjuran Nabi, makan lebih dekat dengan waktu subuh dapat membantu tubuh memiliki cadangan energi yang lebih lama selama berpuasa.
Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Sahur?
Selain pertanyaan tentang waktu sahur, sebagian orang juga bertanya apakah puasa tetap sah jika seseorang tidak melakukan sahur.
Dalam hukum Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa. Artinya, seseorang yang tidak sempat makan sahur tetap dapat menjalankan puasa dan puasanya tetap dianggap sah.
Meski demikian, meninggalkan sahur tentu sangat disayangkan. Selain kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam hadis Nabi, tubuh juga bisa menjadi lebih cepat lemas karena tidak memiliki asupan energi sebelum berpuasa.
Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tetap melaksanakan sahur, meskipun hanya dengan makanan sederhana atau sekadar minum air.
Demikian informasi tentang hukum makan sahur saat dini hari.***









