
SERAYUNEWS – Apakah menggabung puasa Arafah dengan qadha Ramadan boleh?
Selain ibadah kurban dan haji, umat Muslim juga dianjurkan melaksanakan puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah, terutama puasa Tarwiyah dan Arafah.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan dan bertanya-tanya apakah puasa sunnah Arafah boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan.
Pertanyaan ini kembali ramai dibahas menjelang Idul Adha 2026 karena banyak orang ingin tetap mendapatkan keutamaan puasa sunnah tanpa meninggalkan kewajiban mengganti puasa Ramadan.
Sejumlah ulama pun memberikan penjelasan terkait hukum menggabungkan niat puasa tersebut. Ada yang membolehkan dengan tetap memperoleh pahala puasa sunnah, namun ada pula yang menyarankan agar niat qadha lebih diutamakan karena hukumnya wajib.
Puasa pada awal bulan Dzulhijjah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hari-hari pertama Dzulhijjah dikenal sebagai waktu penuh keberkahan karena menjadi bagian dari sepuluh hari terbaik yang dicintai Allah SWT.
Puasa Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan luar biasa. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji.
Sementara itu, puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah juga dianjurkan sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang hari Arafah dan Idul Adha. Banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah, doa, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Selain menahan lapar dan haus, puasa sunnah Dzulhijjah juga menjadi sarana melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.
Oleh sebab itu, banyak umat Muslim tetap ingin menjalankan puasa sunnah ini meski masih memiliki utang puasa Ramadan.
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, puasa Tarwiyah dan Arafah tahun 2026 diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026 menjelang Hari Raya Idul Adha.
Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah 1447 H. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H.
Adapun Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. Pada hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa karena termasuk hari raya.
Berikut rincian jadwalnya:
Momen ini biasanya dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperbanyak amal saleh menjelang Idul Adha.
Mayoritas ulama membolehkan puasa qadha Ramadan dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah Arafah atau Tarwiyah. Pendapat ini juga dijelaskan dalam sejumlah kitab ulama mazhab Syafi’i serta keterangan dari kalangan Nahdlatul Ulama.
Dalam penjelasannya, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Ustadz Alhafiz Kurniawan menyebutkan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa qadha pada hari Arafah tetap mendapatkan pahala dan keutamaan puasa Arafah.
Artinya, puasa wajib qadha Ramadan tetap sah, sementara keutamaan hari Arafah juga tetap diperoleh. Pendapat ini diqiyaskan dengan fatwa ulama terkait puasa Asyura yang dilakukan bersamaan dengan qadha atau nazar.
Meski demikian, sejumlah ulama menyarankan agar niat utama tetap diarahkan untuk mengganti utang puasa Ramadan. Sebab puasa qadha bersifat wajib, sedangkan puasa Arafah hukumnya sunnah.
Pendakwah Buya Yahya juga menjelaskan bahwa seseorang sebaiknya mendahulukan niat qadha Ramadan. Menurutnya, pahala puasa wajib lebih besar dibanding puasa sunnah sehingga kewajiban perlu diprioritaskan.
Dengan demikian, umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan tetap dapat menjalankan puasa pada hari Arafah dengan niat qadha. Selain menunaikan kewajiban, mereka juga diharapkan memperoleh keberkahan dari keutamaan hari Arafah.
Bagi umat Muslim yang ingin mengganti puasa Ramadan pada hari Arafah, berikut bacaan niat yang dapat dibaca pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.”
Sementara bagi yang ingin melaksanakan puasa sunnah Arafah, niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa sunnah dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Demikian informasi tentang apakah boleh menggabung puasa Arafah dengan qadha Ramadan. Semoga menjawab.***