
SERAYUNEWS – Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Amalan ini berlangsung setiap tanggal 9 Zulhijah dalam kalender Hijriah, yakni sehari sebelum Iduladha.
Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, puasa Arafah kembali menjadi perhatian karena memiliki keutamaan besar dalam penghapusan dosa serta peningkatan ketakwaan kepada Allah Swt.
Berdasarkan berbagai perhitungan kalender Islam dan perkiraan dari sejumlah sumber, pelaksanaan Idul Adha 2026 akan jatuh pada akhir Mei.
Namun, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang menentukan awal bulan Zulhijah secara nasional.
Selanjutnya, berikut perkiraan rangkaian tanggal penting terkait Puasa Arafah 2026.
Dengan demikian, puasa Arafah akan berlangsung tepat satu hari sebelum perayaan Iduladha. Meski begitu, umat Islam tetap perlu menunggu pengumuman resmi agar tidak terjadi kekeliruan dalam penentuan kalender Hijriah.
Puasa Arafah adalah ibadah puasa sunah pada 9 Zulhijah. Hari tersebut bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji, yaitu saat jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi.
Pada waktu ini, jutaan jamaah berkumpul untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah Swt.
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi bentuk amalan pengganti keutamaan berada di Padang Arafah. Ibadah ini hanya berlangsung satu kali dalam setahun sehingga memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Puasa Arafah dianjurkan bagi seluruh Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Sementara itu, bagi jamaah haji yang sedang berada di Arafah, mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah wukuf .
Dengan demikian, puasa ini menjadi kesempatan bagi umat Islam di berbagai belahan dunia untuk tetap mendapatkan keberkahan hari Arafah meskipun tidak berada di tanah suci.
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Salah satu keistimewaan adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah ini di sisi Allah Swt.
Selain itu, puasa Arafah juga termasuk dalam rangkaian sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang disebut sebagai hari-hari paling utama untuk beramal saleh.
Pada periode ini, umat Islam sebaiknya memperbanyak ibadah seperti doa, zikir, membaca Al-Qur’an, serta amal kebaikan lainnya.
Pelaksanaan puasa Arafah tidak berbeda dengan puasa sunah pada umumnya. Umat Islam sebaiknya berniat sejak malam hari sebelum terbit fajar.
Kemudian, ia menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari fajar hingga matahari terbenam.
Adapun niat puasa Arafah yang umum adalah sebagai berikut.
“Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta’ala”
Artinya, saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Swt.
Selain menjalankan puasa, umat Islam juga sebaiknya memperbanyak doa karena hari Arafah merupakan salah satu waktu yang mustajab.
Puasa Arafah 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam. Dengan perkiraan pelaksanaan pada 26 Mei 2026, ibadah ini kembali hadir sebagai kesempatan untuk meraih ampunan Allah SWwt. serta meningkatkan kualitas keimanan.
Meskipun tanggal tersebut masih bersifat perkiraan, umat Islam tetap perlu mempersiapkan diri sejak awal, baik secara fisik maupun spiritual, agar dapat menjalankan ibadah ini dengan maksimal.
Keutamaan yang besar menjadikan puasa Arafah sebagai salah satu amalan sunah paling istimewa dalam kalender Hijriah.***