
SERAYUNEWS – Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo menegaskan pembangunan infrastruktur desa menjadi kunci utama penguatan perekonomian masyarakat karena dampaknya langsung dirasakan hingga ke tingkat paling bawah. Masuknya program pemerintah pusat ke desa dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Hal itu disampaikan Yanuar saat menghadiri Tasyakuran Realisasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026).
“Alhamdulillah hari ini program-program dari kementerian sudah tersalurkan. Harapannya bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan desa semakin merasakan pembangunan,” kata Yanuar.
Yanuar menyebut pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang menyentuh desa. Menurutnya, infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di kota atau pusat pertumbuhan, tetapi juga harus hadir di wilayah pedesaan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu program andalan pemerintah pusat untuk desa adalah PISEW, yang bertujuan membangun jalan penghubung antardesa guna membuka konektivitas wilayah. Dengan akses yang terbuka, mobilitas masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi desa, terutama sektor pertanian dan usaha desa, ikut berkembang.
“PISEW ini pada dasarnya membangun jalan penghubung antardua desa agar tidak terisolir. Ketika konektivitas terbuka, ekonomi desa ikut bergerak,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas–Cilacap) itu.
Di Desa Karangtawang, program PISEW direalisasikan melalui pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 825 meter yang menghubungkan Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis, dengan nilai anggaran sekitar Rp500 juta.
Selain pembangunan jalan, program BSPS juga disalurkan kepada 24 penerima manfaat dengan bantuan Rp20 juta per rumah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara BUMDes Lestari Desa Karangtawang menerima bantuan penguatan modal usaha dari pemerintah pusat sebesar Rp35 juta.
Sementara itu, Kepala Desa Karangtawang Sutarno mengatakan, jalan penghubung antardesa tersebut sebelumnya dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada 2008 dan kondisinya telah rusak selama bertahun-tahun.
“Jalan ini dibangun sejak 2008 dan sudah lama rusak. Alhamdulillah sekarang bisa diperbaiki melalui aspirasi APBN dengan kondisi yang jauh lebih baik dan layak digunakan masyarakat,” kata Sutarno.
Menurutnya, jalan PISEW tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis serta berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
“Dulu aksesnya sulit dan jarang dilewati karena rusak. Sekarang jalannya sudah bagus, masyarakat senang, akses ekonomi jadi lebih lancar, dan mobilitas warga lebih mudah,” ujarnya.
Sutarno berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Dengan infrastruktur yang baik, kami berharap pembangunan dan relasi antarwilayah bisa terus ditingkatkan ke depan,” katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, perekonomian desa diharapkan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.