
SERAYUNEWS-Mengawali hari kerja pertama di tahun 2026, Pj Sekda Banjarnegara Tursiman S. Sos memberikan pengarahan kepada para ASN, dalam apel pagi, Jumat (2/1/2026). Pada kesempatan tersebut, Pj Sekda Banjarnegara menekankan tentang kemandirian fiskal daerah dan pola hidup sederhana bagi para ASN.
Pj Sekda Tursiman membuka arahannya dengan menyoroti struktur Pendapatan Daerah Banjarnegara yang masih sangat bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat.
Dengan adanya tren penurunan dana transfer secara nasional, Banjarnegara dituntut untuk tidak lagi sekadar ‘menunggu jatah’ dari pusat.
“Kita tidak boleh pesimis. Kenyataan bahwa PAD kita masih di angka ratusan miliar harus menjadi titik tolak untuk menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara lebih serius. Ketergantungan fiskal ini harus dikurangi secara bertahap,” katanya.
Sebagai respons atas kondisi keuangan daerah, Pj Sekda menginstruksikan langkah efisiensi nyata di lingkungan kantor. Salah satu yang disorot adalah pemborosan energi listrik dan penggunaan alat tulis kantor (ATK).
“Saya sering lewat sore atau malam, orangnya sudah tidak ada, tapi lampu masih terang benderang. Tolong ini diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong maksimalisasi aplikasi Srikandi untuk surat-menyurat guna mengurangi penggunaan kertas. Tursiman juga memberikan sentilan humor namun tajam mengenai penguasaan teknologi.
“Membuka YouTube atau TikTok itu gampang, tapi membuka aplikasi tugas pokok jangan sampai sulit. Mari kita manfaatkan teknologi untuk memangkas birokrasi, termasuk efisiensi perjalanan dinas yang tidak perlu melibatkan rombongan besar,” katanya.
Pada Apel perdana ini, Topik yang paling menyedot perhatian adalah kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia mengingatkan bahwa TPP bukanlah hak wajib seperti gaji, melainkan bentuk perhatian pemerintah atas kinerja.
Ke depan, Banjarnegara akan menerapkan pola reward and punishment yang lebih ketat melalui penilaian kinerja individu dan organisasi.
“Besaran TPP bisa naik atau turun tergantung kedisiplinan dan capaian kinerja. Jangan rikuh menilai staf secara objektif. Jika kinerja kurang, maka TPP-nya akan dikurangi,” katanya.
Di akhir arahannya, Pj Sekda memberikan pesan menyentuh mengenai manajemen keuangan pribadi ASN. Ia mengimbau agar para pegawai tidak terjebak dalam utang konsumtif, terutama pinjaman online (pinjol) yang kini sangat mudah diakses namun berisiko tinggi.
“Identifikasi sikap bijak. Jangan sampai ‘besar pasak daripada tiang’. Gunakan gaji dengan bijak, dan jangan jadikan TPP sebagai satu-satunya sandaran untuk agunan utang karena nilainya fluktuatif,” katanya.
Sebagai solusi, ia mengajak para ASN untuk lebih kreatif dalam mencari penghasilan tambahan yang halal, seperti bertani di lahan sempit atau berjualan online, guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.