Senin, 23 Mei 2022

ASN di Purbalingga Wajib Vaksin Booster, Jika Tidak Maka Tambahan Penghasilan Pegawai Tak Dicairkan

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat Rakor Percepatan Vaksinasi, di Pendapa Dipokusumo, Selasa (12/4/2022).(Joko Santoso)

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) menyampaikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga harus melakukan vaksin booster apalagi bagi mereka yang tidak memiliki komorbid atau faktor pemberat. Apabila ASN sebagai pelayan publik tidak melakukan vaksin booster maka akan diberikan sanksi tambahan penghasilan pegawai (TPP) bakal ditahan alias tidak dicairkan.


Purbalingga, serayunews.com

“Bagi ASN yang belum vaksin booster tapi tidak memiliki komorbid, siap-siap TPP-nya ditahan,” kata Bupati Tiwi dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Booster di Pendapa Dipokusumo, Selasa (12/4/2022).

Baca juga  Cilacap Digital Camp Bisa Kembangkan Potensi Talenta Muda Cilacap 

Bupati menuturkan harus ada sanksi bagi ASN apalagi vaksinasi covid-19 menjadi program nasional. ASN sebagai bagian dari birokrasi pemerintah harus menjadi panutan.

“Kalau ASN-nya tidak mau vaksin booster bagaimana masyarakatnya, ASN wajib bagaimana bisa ikut menyukseskan program vaksinasi,” terangnya.

Bupati Tiwi menuturkan bagi ASN yang belum melakukan vaksin disilakan untuk segera melakukan vaksin kecuali bagi mereka yang memiliki komorbid atau faktor pemberat. Jika ada ASN yang belum vaksin covid-19 maka menjadi perhatian bersama.

Bupati Tiwi juga menjelaskan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga agar sudah melakukan vaksin. Terlebih saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berjalan 100 persen.

Baca juga  Salapan Coffee, Rekomendasi Tempat Nongkrong saat Mudik di Jalur Selatan Jawa

“Jangan sampai ada guru yang belum mendapat vaksinasi lengkap dan booster, melalui Bu Sekda data ASN yang belum dan sudah divaksin sampai booster diinventarisir,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, TNI/Polri yang sudah gencar melakukan vaksinasi bahkan setelah solat tarawih baik di masjid maupun musala. Kegiatan ini diharapkan dapat mencapai target vaksinasi covid-19 di Kabupaten Purbalingga.

“Semangatnya harus tetap konsisten apalagi di Bulan Ramadan semoga menjadi ladang ibadah dan target vaksinasi bisa terkejar,” ungkap Bupati Tiwi.

Baca juga  Jemaah Aboge Purbalingga, Baru Melaksanakan Salat Ied Hari ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jusi Febrianto mengatakan ada beberapa strategi dalam rangka percepatan vaksinasi di Kabupaten Purbalingga yakni vaksinasi paska tarawih, vaksinasi berhadiah, dan vaksinasi penerima bansos. Selain itu, vaksibasi tenaga pendidik, vaksinasi karyawan perusahaan, vaksinasi bagi pelaku wisata, vaksinasi di pasar dan terminal.

“Tentunya dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik Pemkab Purbalingga, TNI/ Polri agar kolaborasi percepatan booster bisa berjalan dengan lancar,” kata Jusi.

Berita Terkait

Berita Terkini