
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap mengapresiasi atlet penyandang disabilitas yang mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional. Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Cilacap tercatat menyumbang 13 medali pada ajang ASEAN Para Games Thailand 2025, capaian yang langsung mendapat perhatian khusus dari Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Dari total 13 medali tersebut, atlet NPCI Cilacap berhasil membawa pulang tujuh medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Raihan ini menempatkan kontribusi atlet asal Cilacap sebagai salah satu penopang prestasi kontingen Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara bagi atlet disabilitas tersebut.
Medali emas disumbangkan oleh sejumlah atlet andalan. Siti Alfiah tampil gemilang di cabang Para Renang dengan meraih tiga emas sekaligus di nomor 400 meter, 100 meter, dan 50 meter Freestyle kelas S6 putri. Sementara di cabang Para Atletik, Lia Priyanti juga menyabet tiga emas masing-masing di nomor Lempar Lembing F64, Lempar Cakram F42/F44/F64, dan Tolak Peluru F42/F44. Satu emas lainnya dipersembahkan Figo Saputra melalui nomor 400 meter T46 putra.
Selain emas, atlet NPCI Cilacap juga mengoleksi dua medali perak. Figo Saputra kembali naik podium lewat nomor 200 meter T46 putra, sedangkan Agung Widodo menyumbang perak dari cabang Para Bulutangkis nomor Men’s Doubles WH1-WH2. Empat medali perunggu diraih oleh Priyano di nomor Lempar Lembing dan Tolak Peluru F46 putra, Agung Widodo di nomor Men’s Single WH1, serta Figo Saputra di nomor Long Jump T46 putra.
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan atlet NPCI Cilacap bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik daerah dan negara.
“Kita salut kepada teman-teman NPCI yang dipercaya pemerintah Indonesia untuk mewakili negara di ASEAN Para Games. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Cilacap dan Indonesia,” kata Syamsul, Senin (26/1/2026).
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Cilacap memastikan akan menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi. “Biasanya selain dari pusat, kita juga berikan bonus untuk atlet berprestasi. Kalau belum teranggarkan di anggaran rutin, akan kita dorong di anggaran perubahan,” tegasnya.
Syamsul menambahkan, prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet penyandang disabilitas memiliki potensi besar jika mendapat dukungan berkelanjutan. Pemkab, kata dia, akan terus mendorong pembinaan olahraga disabilitas agar atlet NPCI Cilacap mampu bersaing tidak hanya di level regional, tetapi juga internasional.