
SERAYUNEWS-Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap melaksanakan stock opname pada periode awal Januari 2026. Hal ini untuk memastikan kesesuaian data persediaan fisik dengan catatan administrasi serta sistem inventori perusahaan.
Stock opname dilaksanakan sejak Senin – Jumat (29/12/2025 – 2/1/2026) meliputi verifikasi fisik atas material operasional, spare part, consumable, serta barang penunjang lain di gudang dan area penyimpanan kilang.
Proses ini dilakukan melalui penghitungan langsung, pengecekan spesifikasi material, serta pencocokan dengan data pada sistem yang digunakan perusahaan.
General Manager (GM) Kilang Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menegaskan stock opname merupakan bagian penting dari upaya menjaga keandalan operasional dan tata kelola aset perusahaan.
“Stock opname bukan sekadar kegiatan administrasi, tetapi sebagai instrumen penting untuk memastikan seluruh aset dan persediaan kilang tercatat secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi fondasi dalam menjaga keandalan operasi kilang yang berkesinambungan,” ujarnya.
Pelaksanaan stock opname melibatkan lintas fungsi yang didukung pengawasan internal. Keterlibatan lintas fungsi ini bertujuan untuk memastikan validitas data, ketertelusuran pencatatan, serta kepatuhan terhadap standar dan prosedur operasional yang berlaku.
Manajer Produksi I Kilang Cilacap, Agus Rahmat Jamal menyampaikan akurasi data persediaan memiliki keterkaitan langsung dengan keandalan operasi kilang.
“Ketersediaan material dan suku cadang yang terdata dengan baik sangat menentukan kelancaran proses produksi. Dengan stock opname yang akurat, kami memastikan kebutuhan operasional terpenuhi tepat waktu dan meminimalkan potensi gangguan produksi,” jelasnya.
Manajer Finance Kilang Cilacap, Yudha Rastanura menekankan kegiatan ini juga berperan penting dalam pengendalian finansial dan efisiensi biaya. “Hasil stock opname menjadi dasar validasi nilai persediaan dalam laporan keuangan. Data yang akurat akan mendukung pengambilan keputusan manajerial, pengendalian biaya, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian stock opname dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa mengganggu keandalan dan kontinuitas operasi kilang.
Diketahui, Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar dengan kapasitas produksi 348 ribu barrel/hari dengan produk terlengkap di Indonesia. Kilang ini bertanggung jawab menopang 34% BBM di Indonesia dan 60% BBM di Pulau Jawa.