
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Awan kelabu menyelimuti civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Pasalnya pimpinan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Kabupaten Banyumas tersebut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/8/2026).
Tiga orang pimpinan Unsoed yang dibawa KPK ke Jakarta masing-masing Rektor Prof Akhmad Sodiq, Wakil Rektor (Warek) I Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si dan Wakil Rektor (Warek) III Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si. Ikut juga diamankan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto, S.Pt., M.Si.
Dugaan korupsi tersebut kabarnya terkait suap penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed. Aksi operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Purwokerto dibenarkan oleh juru bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026). OTT itu memproses 14 orang pada Kamis (20/9/2026). Tapi dari 14 orang itu, hanya 9 yang kemudian diproses ke KPK, termasuk Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq.
Dari 14 orang, dua di antaranya ada di Jakarta dan langsung dibawa ke kantor KPK. Sementara 12 di antaranya diproses awal di Purwokerto. Tapi dari 12 orang yang diproses, hanya 7 yang dibawa untuk pengusutan lebih lanjut di Jakarta. Sehingga ada 9 orang yang diproses lebih lanjut.
Prof. Akhmad Sodiq merupaan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ke-14. Dia menjabat selama dua periode, yaitu periode pertama tahun 2022–2026 dan terpilih kembali untuk periode kedua tahun 2026–2030
Sebelumnya Rektor Unsoed ke-8 Drs. Edy Yuwono, Ph.D yang menjabat di periode 2010-2013 juga pernah tersandung kasus korupsi. Dosen Fakultas Biologi Unsoed pernah tersandung kasus korupsi dana hibah Corporate Social Responsibility (CSR) PT Aneka Tambang (Antam) Tbk senilai Rp2,1 miliar. Pada tahun 2014, ia divonis 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang.
Unsoed secara resmi berdiri pada tahun 1963 dengan diterbitkannya Surat Keputusan Presiden RI No. 195 tertanggal 23 September 1963. secara resmi didirikan Universitas Jenderal Soedirman (nomenklatur sebelumnya menurut Keppres dieja dengan nama Universitas Djenderal Sudirman) yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan diresmikan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Prof. Dr. Tojib Hadiwidjaja.
Jenderal Soedirman merupakan pahlawan kemerdekaan asal Banyumas yang berjuang melawan penjajah Belanda dengan melakukan perang gerilya. Semangat patriotisme, nasionalisme dan pantang menyerah tertanam di sanubari jenderal yang diberi gelar Panglima Besar.