
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas memperkuat jejaring kepemiluan dengan menggandeng dua organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di wilayah tersebut, PCNU dan PDM Muhammadiyah Banyumas.
KPU Banyumas menyiapkan kerja sama formal melalui Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari persiapan menyukseskan Pemilu 2029. Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih secara berkelanjutan.
KPU Banyumas yang dipimpin Ketua Rofingatun Khasanah mengunjungi Kantor PCNU Banyumas pada Rabu (12/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, KPU mengusulkan kerja sama formal untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini telah berlangsung secara insidental.
Rofingatun menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga NU dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada sebelumnya. Kontribusi tersebut mencakup keterlibatan dalam badan adhoc hingga kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih.
“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan dalam Pemilu dan Pilkada yang lalu, baik dalam partisipasinya untuk bertugas di badan adhoc hingga dalam kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Untuk selanjutnya, kami ingin mengajukan perjanjian kerja sama untuk memperkuat kolaborasi yang telah dilakukan,” kata Ophi.
Ketua PCNU Banyumas KH. Imam Hidayat menyambut positif rencana kerja sama tersebut.
Menurutnya, jaringan NU di Banyumas memiliki potensi besar untuk mendukung program kepemiluan. Jaringan tersebut mencakup Universitas Nahdlatul Ulama, masyarakat umum, hingga pondok pesantren.
“Di NU, terdapat Universitas Nahdlatul Ulama, masyarakat umum, hingga pondok pesantren. Kami siap turut menyukseskan program-program KPU, baik melalui MoU resmi ataupun kegiatan-kegiatan insidentil, baik dalam kegiatan sosialisasi ataupun menyediakan sumber daya manusia (SDM),” ujar Ketua PCNU KH. Imam Hidayat.
Rais Syuriah PCNU Banyumas KH. Mughni Labib juga mendorong agar kerja sama tersebut memiliki landasan hukum yang jelas.
“Saya lebih setuju jika (kerja sama, red) diformalkan dalam bentuk MoU, sehingga (lingkup kerja sama, red) tertuang jelas dan lebih mantap ketika ada acuan,” kata KH. Mughni.
Sehari setelah bertemu PCNU, KPU Banyumas melanjutkan audiensi dengan PDM Muhammadiyah Banyumas pada Kamis (13/8/2026).
Pertemuan berlangsung di Gedung Muhammadiyah Banyumas. KPU melihat jaringan Muhammadiyah sebagai salah satu mitra strategis dalam memperluas sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Jaringan tersebut mencakup 29 cabang dan 280 ranting, puluhan sekolah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga berbagai fasilitas sosial.
Ketua PDM Banyumas M. Djohar menyatakan Muhammadiyah memiliki komitmen untuk turut mendukung program pemerintah, termasuk penyelenggaraan pemilu.
“Kesuksesan Pemilu merupakan hal yang sangat penting. Muhammadiyah sudah terbiasa turut menyukseskan program-program yang diselenggarakan pemerintah, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu,” Ketua PDM Banyumas M. Djohar.
KPU Banyumas menargetkan kerja sama dengan Muhammadiyah dapat dirampungkan dan ditandatangani pada Rakor Triwulanan September 2026.
Jika belum terlaksana pada agenda tersebut, penandatanganan ditargetkan paling lambat saat Milad Muhammadiyah pada November 2026.
Dalam dua audiensi tersebut, KPU Banyumas telah menyerahkan draf perjanjian kerja sama kepada masing-masing organisasi untuk ditinjau dan diverifikasi.
Setelah proses tersebut selesai, kerja sama akan dilanjutkan ke tahap penandatanganan resmi.
Langkah KPU Banyumas menggandeng NU dan Muhammadiyah diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan pemilih sekaligus membangun partisipasi masyarakat secara berkelanjutan menuju Pemilu 2029.