
SERAYUNEWS – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan mengharuskan umat Islam menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Di Indonesia, durasi puasa rata-rata berlangsung sekitar 13 hingga 14 jam setiap harinya. Dalam rentang waktu tersebut, rasa lapar dan haus menjadi ujian yang wajar dirasakan.
Karena itu, banyak umat Muslim yang mengamalkan doa agar diberi kekuatan serta terhindar dari rasa lapar dan haus berlebihan selama berpuasa.
Puasa bukan sekadar menahan perut dari makanan dan minuman. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan erat dengan kesabaran.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa adalah setengah dari sabar, sedangkan sabar merupakan setengah dari iman. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai spiritual ibadah puasa di sisi Allah SWT.
Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari rasa lapar berlebihan diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW berdoa sebagai berikut:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ
Latin:
Allahumma inni a‘udzu bika minal juu‘i fa innahu bi’sadh-dhajii‘, wa a‘udzu bika minal khiyaanah fa innahaa bi’satil bithaanah.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena kelaparan adalah seburuk-buruk teman tidur. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena ia adalah seburuk-buruk perkara yang tersembunyi.” (HR. Ibnu Majah)
Doa ini tidak hanya berkaitan dengan rasa lapar secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat agar seorang Muslim senantiasa memohon perlindungan dari kelemahan diri dan keburukan akhlak.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.
Allah berfirman bahwa puasa adalah ibadah khusus untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan membalasnya.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa setan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah.
Oleh karena itu, jalannya dapat dipersempit dengan cara berpuasa. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Menahan lapar bukan sekadar menahan rasa tidak nyaman, melainkan bagian dari latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu.
Selain doa di atas, terdapat pula ayat Al-Qur’an yang menggambarkan rasa syukur atas nikmat makan dan minum, sebagaimana tercantum dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 78–80:
Tulisan Arab:
الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ
وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
Latin:
Alladzii khalaqanii fahuwa yahdiin. Walladzii huwa yuth‘imunii wa yasqiin. Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin.
Artinya:
“(Allah) yang telah menciptakanku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku. Dia yang memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”
Ayat ini mengajarkan bahwa sumber kekuatan dan kecukupan hanyalah dari Allah SWT, termasuk dalam menjalani puasa.
Selain memperbanyak doa, menjaga pola hidup sehat juga menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Sahur sebaiknya tidak dilewatkan dan diisi dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung serat, protein, serta karbohidrat kompleks agar kenyang lebih lama.
Kecukupan cairan juga sangat penting. Minum air putih yang cukup saat sahur dan setelah berbuka membantu menjaga hidrasi tubuh.
Sebaiknya hindari konsumsi makanan terlalu manis dan berlemak karena dapat memicu rasa lapar lebih cepat.
Mengatur porsi makan saat berbuka juga dianjurkan. Hindari makan berlebihan dalam satu waktu. Selain itu, batasi minuman berkafein karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai setelah berbuka dapat membantu tubuh tetap aktif tanpa menguras energi.
Mengalihkan perhatian dengan aktivitas positif serta menjaga pikiran tetap optimis juga membantu mengurangi fokus pada rasa lapar.
Demikian informasi tentang bacaan doa agar terhindar rasa lapar sat berpuasa. Selamat berpuasa.***