
SERAYUNEWS – Memasuki hari ke-9 Ramadan, umat Islam kembali diingatkan bahwa bulan suci ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan haus.
Ramadan adalah fase pembinaan spiritual yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta ketergantungan penuh kepada Allah SWT.
Setiap hari yang dilalui menghadirkan peluang baru untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan salah.
Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa puasa diwajibkan bagi yang mampu, namun Allah memberikan keringanan bagi orang sakit atau musafir untuk menggantinya di hari lain.
Prinsip kemudahan ini menegaskan bahwa Islam tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya.
Selain menjalankan puasa, Ramadan juga dianjurkan diisi dengan doa dan amalan kebaikan. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah doa puasa hari ke-9 Ramadan.
Bacaan Doa Puasa Ramadan Hari ke-9
Berikut bacaan doa puasa hari ke-9 Ramadan dalam teks Arab, latin, dan terjemahannya:
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ
Latin:
Allâhummaj’allî fîhi nashîbam mir rahmatikal wâsi’ah, wadinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah, wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah, bimahabbatika yâ Amalal musytâqîn.
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kepadaku bagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukilah aku dengan tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku menuju keridhaan-Mu yang sempurna dengan cinta-Mu, wahai Dambaan orang-orang yang merindukan.”
Makna Mendalam di Balik Doa Hari ke-9
Doa ini sarat dengan pesan spiritual. Permohonan pertama adalah agar memperoleh bagian dari rahmat Allah yang luas.
Rahmat di sini tidak hanya bermakna kasih sayang, tetapi juga ampunan, kemudahan hidup, dan keberkahan dalam setiap langkah.
Selanjutnya, doa ini memohon petunjuk melalui “tanda-tanda yang terang”. Artinya, seorang hamba berharap diberikan pemahaman yang jelas dalam membedakan yang hak dan batil, sehingga tidak terjebak dalam kebingungan moral maupun spiritual.
Bagian akhir doa memohon agar dituntun menuju keridhaan Allah. Keridhaan merupakan tujuan tertinggi dalam kehidupan seorang Muslim.
Tanpa ridha-Nya, segala amal menjadi hampa. Penutup doa, “Ya Amalal Musytaqin” (Wahai Dambaan orang-orang yang merindukan), menunjukkan bahwa Allah adalah tujuan utama dari setiap kerinduan dan harapan manusia beriman.
Keringanan Puasa bagi yang Berhalangan
Dalam praktiknya, tidak semua orang mampu menjalankan puasa secara penuh. Islam memberikan rukhsah atau keringanan bagi musafir dan orang sakit untuk mengganti puasa di hari lain.
Bahkan, bagi lansia yang lemah, ibu hamil atau menyusui yang khawatir terhadap kesehatan diri atau anaknya, serta penderita sakit menahun, terdapat ketentuan fidyah sebagai pengganti.
Ketentuan ini menunjukkan keseimbangan ajaran Islam antara kewajiban ibadah dan kondisi manusia. Prinsip kemudahan tersebut menjadi bukti bahwa Ramadan bukan beban, melainkan rahmat.
Dengan mengamalkan doa ini serta memperbanyak sedekah dan ibadah lainnya, Ramadan tidak hanya menjadi bulan menahan diri, tetapi juga momentum transformasi hati.
Hari demi hari yang dilalui semestinya membuat jiwa semakin lembut, pikiran semakin jernih, dan langkah semakin dekat kepada Allah SWT.***












