
SERAYUNEWS – Memasuki hari kedelapan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.
Salah satu amalan yang dapat dibaca dan diamalkan adalah doa puasa hari ke-8 Ramadhan.
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menganugerahkan kelembutan hati, kepedulian terhadap anak yatim, semangat berbagi makanan, hingga kemampuan menjalin persahabatan dengan orang-orang saleh.
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan. Selain menunaikan puasa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, serta memanjatkan doa.
Doa-doa harian Ramadhan menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memperdalam makna ibadah selama sebulan penuh.
Doa puasa hari ke-8 Ramadhan dapat dibaca dalam bahasa Arab, dilengkapi dengan tulisan latin dan arti agar lebih mudah dipahami. Berikut bacaan lengkapnya:
Arab:
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِيْنَ
Latin:
Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm, wa ith’âmath tha’âm, wa ifsyâas salâm, wa shuhbatal kirâm, bithawlika yâ Malja-al âmilîn.
Artinya:
“Ya Allah, karuniakan kepadaku di dalamnya rasa sayang kepada anak-anak yatim, kemampuan memberi makan, menebarkan salam, dan berteman dengan orang-orang yang berakhlak mulia dengan kemurahan-Mu, wahai tempat bersandar para pengharap.”
Doa tersebut menegaskan pentingnya dimensi sosial dalam ibadah Ramadhan. Tidak hanya berfokus pada hubungan vertikal dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Isi doa hari ke-8 Ramadhan sarat dengan nilai kemanusiaan. Permohonan agar diberi kasih sayang kepada anak yatim menunjukkan ajaran Islam yang sangat menekankan perlindungan terhadap golongan lemah.
Anak yatim dalam banyak ayat Al-Qur’an disebut sebagai kelompok yang harus dijaga hak dan martabatnya.
Selain itu, terdapat permintaan agar dimudahkan untuk memberi makan. Hal ini selaras dengan tradisi berbagi takjil dan sedekah makanan yang marak dilakukan selama Ramadhan. Memberi makan orang lain, terutama yang berpuasa, diyakini mendatangkan pahala besar.
Doa ini juga memohon kemampuan menebarkan salam. Salam bukan sekadar ucapan, melainkan simbol doa keselamatan dan bentuk ukhuwah Islamiyah.
Terakhir, doa ini menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang yang berakhlak baik, karena lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap kualitas iman seseorang.
Ramadhan merupakan bulan dilipatgandakannya pahala amal kebaikan. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya hingga ratusan kali lipat, kecuali puasa yang ganjarannya langsung diberikan oleh Allah SWT.
Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya ibadah di bulan Ramadhan. Selain pahala yang berlipat, bulan ini juga menjadi momentum pengampunan dosa dan peningkatan kualitas spiritual.
Karena itu, membaca doa harian seperti doa puasa hari ke-8 dapat menjadi pelengkap ibadah wajib. Doa tersebut membantu menumbuhkan karakter penuh empati, dermawan, serta terbiasa menebar kebaikan.
Semangat doa hari ke-8 Ramadhan sangat relevan dengan kondisi sosial. Bulan suci menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan sesama yang membutuhkan.
Puasa melatih rasa lapar dan dahaga, sehingga seseorang lebih peka terhadap kesulitan orang lain.
Dengan mengamalkan doa ini secara rutin, diharapkan umat Islam tidak hanya memperoleh pahala ibadah, tetapi juga membentuk pribadi yang lembut hati, gemar berbagi, serta menjaga pergaulan yang baik.
Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga membangun kualitas diri yang lebih baik.
Doa puasa hari ke-8 menjadi salah satu sarana untuk memperkuat niat tersebut agar bulan suci benar-benar membawa perubahan positif dalam kehidupan.***