
SERAYUNEWS – Memasuki hari ke-6 bulan suci Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.
Selain menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkannya, memperbanyak doa menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Momentum Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan, sehingga setiap doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Doa harian Ramadhan, termasuk doa hari ke-6, dapat diamalkan sebagai bentuk permohonan agar hati senantiasa dijaga dari perbuatan maksiat dan dijauhkan dari murka Allah SWT.
Dengan memperbanyak doa, seorang Muslim tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta, tetapi juga melatih diri untuk terus introspeksi dan memperbaiki kualitas ibadah.
Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan
Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dalam ajaran Islam. Pada bulan ini, pahala dilipatgandakan dan pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya.
Allah SWT menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba yang berdoa sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 186:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
Ayat tersebut menjadi penguat bahwa doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan wujud keyakinan dan penghambaan.
Terlebih saat berpuasa, kondisi hati yang lebih tenang dan fokus membuat doa semakin khusyuk dipanjatkan.
Bacaan Doa Puasa Ramadhan Hari ke-6
Pada hari ke-6 Ramadhan, umat Muslim dapat mengamalkan doa berikut:
اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ، وَلا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِينَ
Latin:
Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.
Artinya:
“Ya Allah, jangan Engkau hinakan aku pada hari ini karena perbuatanku yang bermaksiat kepada-Mu. Jangan Engkau timpakan kepadaku cambuk murka-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu, wahai Dzat yang menjadi puncak harapan orang-orang yang berharap.”
Doa ini mengandung makna mendalam. Seorang hamba memohon agar tidak terjerumus dalam kehinaan akibat dosa, serta dijauhkan dari sebab-sebab yang mendatangkan murka Allah.
Permohonan tersebut juga disertai harapan akan limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Makna dan Hikmah Doa Hari ke-6
Isi doa hari ke-6 menekankan pentingnya menjaga diri dari kemaksiatan. Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Dengan membaca doa ini, umat Muslim diingatkan untuk selalu waspada terhadap godaan yang bisa merusak kualitas ibadah.
Selain itu, doa ini menjadi sarana muhasabah atau evaluasi diri. Mengakui potensi kesalahan dan memohon perlindungan dari murka Allah merupakan langkah penting dalam perjalanan spiritual selama Ramadhan.
Waktu Mustajab untuk Membaca Doa
Meski doa dapat dipanjatkan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang diyakini sebagai momen mustajab di bulan Ramadhan.
Sepertiga malam terakhir, terutama saat melaksanakan shalat tahajud, menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk bermunajat.
Selain itu, menjelang berbuka puasa juga termasuk waktu yang istimewa karena doa orang yang berpuasa tidak tertolak.
Waktu sahur atau sebelum imsak pun menjadi kesempatan emas untuk berdoa, mengingat suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan.
Tak kalah penting, doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah sebelum shalat fardu juga memiliki keutamaan tersendiri.
Namun demikian, doa tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Umat Muslim dapat mengamalkannya kapan pun sepanjang hari selama Ramadhan. Konsistensi dan ketulusan hati menjadi kunci utama agar doa lebih bermakna.
Dengan memahami bacaan dan makna doa hari ke-6 Ramadhan, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk, penuh harap, serta senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.***











