
SERAYUNEWS – Melihat ka’bah untuk pertama kalinya merupakan salah satu momen paling menggetarkan bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Di tengah suasana haru dan kekhusyukan di Masjidil Haram, banyak jamaah yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memanjatkan doa.
Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bagian dari amalan yang dianjurkan oleh para ulama sebagai bentuk penghambaan dan harapan kepada Allah SWT.
Ka’bah, yang dikenal sebagai Baitullah atau rumah Allah, menjadi pusat arah kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Tidak heran jika setiap orang yang memandangnya dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena momen tersebut dipercaya sebagai waktu yang penuh keberkahan.
Salah satu amalan utama saat melihat Ka’bah adalah membaca doa khusus yang telah diriwayatkan dalam berbagai kitab, termasuk karya ulama besar. Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan:
Doa Pertama:
للَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا
Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi’tamarah tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa birra.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”
Doa Kedua:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”
Doa-doa tersebut dianjurkan dibaca secara berurutan, lalu dapat dilanjutkan dengan doa pribadi sesuai kebutuhan dunia maupun akhirat.
Membaca doa saat pertama kali melihat Ka’bah bukan hanya ritual simbolik, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam.
Dalam pandangan para ulama, momen ini merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, hingga harapan terbesar dalam hidup mereka.
Selain itu, doa ini juga mencerminkan penghormatan kepada Ka’bah sebagai simbol persatuan umat Islam.
Dengan memanjatkan doa, seorang Muslim diingatkan akan kebesaran Allah sekaligus kerendahan dirinya sebagai hamba.
Selain membaca doa, terdapat sejumlah adab yang dianjurkan untuk dilakukan ketika melihat Ka’bah. Adab ini bertujuan menjaga kesopanan dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.
Salah satu adab yang umum dilakukan adalah mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Jamaah juga dianjurkan mendekati Hajar Aswad untuk menciumnya jika memungkinkan.
Namun, jika kondisi tidak memungkinkan karena padatnya jamaah, cukup dengan mencium tangan lalu mengarahkannya ke Hajar Aswad sebagai bentuk penghormatan.
Jika masih sulit dilakukan, memberi isyarat dari kejauhan juga sudah dianggap cukup. Selain itu, memperbanyak zikir dan doa di sekitar Ka’bah menjadi amalan yang sangat dianjurkan, karena suasana di tempat tersebut penuh dengan keberkahan.
Demikian informasi tentang doa ketika melihat ka’bah. Semoga bermanfaat.***