
SERAYUNEWS — Banjir bandang dan longsor yang melanda lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, mengakibatkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik serta memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat, sedikitnya lima jembatan putus, termasuk jembatan penghubung antara Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, dengan Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Revon Hapinindriat, Kamis (29/1/2026), mengatakan sejumlah jembatan sementara ditangani dengan pembangunan jembatan darurat dan pemasangan box culvert agar alat berat bisa masuk ke lokasi terdampak.
“Setelah penanganan infrastruktur, BPBD juga terus memantau kondisi warga terdampak dan pengungsi. Jumlah pengungsi tercatat 1.133 jiwa yang tersebar di Desa Serang dan Desa Sangkanayu,” terangnya.
Di Desa Serang, jumlah pengungsi mencapai 1.004 jiwa, terdiri atas:
Sementara di Desa Sangkanayu, tercatat 129 jiwa mengungsi, dengan rincian:
Revon menambahkan, selain penanganan fisik, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan relawan terus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.
BPBD mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana dengan mengerahkan alat berat di sejumlah titik terdampak. Upaya ini dilakukan untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, serta menormalkan alur sungai.
Pengerahan alat berat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan:
“Fokus utama kami adalah percepatan pembukaan akses dan penanganan infrastruktur vital agar aktivitas warga bisa segera pulih,” ujar Revon.
Empat Titik Prioritas Penanganan di Karangreja
Berdasarkan data BPBD, penanganan dengan alat berat difokuskan di empat titik utama di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menambahkan pembukaan akses jalan juga bertujuan untuk mempermudah PLN membangun kembali jaringan listrik yang sempat terputus.
“Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan, menormalkan aliran sungai, dan memastikan pengungsi tetap mendapatkan pelayanan dasar. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan berjalan cepat dan efektif,” pungkasnya.
Melalui penanganan yang sudah dilakukan, akses distribusi bantuan kini mulai berjalan dan wilayah terdampak tidak lagi terisolasi. Sementara perbaikan jaringan listrik masih dalam proses oleh PLN.
Bupati memastikan Pemkab Purbalingga akan mencari dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, khususnya terkait pembangunan kembali jembatan yang putus.