
SERAYUNEWS – Film Landasan garapan SKAK Studio bakal mengambil lokasi shooting di wilayah Kabupaten Banyumas. Selain artis ternama, para pemain yang terlibat juga melibatkan warga lokal Banyumas Raya.
Open casting untuk pemain di film Landasan telah dilaksanakan, di komplek Menara Teratai Purwokerto, Minggu (25/01/2026). Kegiatan itu pun mendapatkan antusias tinggi oleh masyarakat. Terbukti, ada ribuan peserta yang mengikuti casting.
Saat talk show disela acara casting, Bayu Skak menyampaikan alasan memilih Purwokerto untuk lokasi shooting.
Sebelum memilih, dia telah melakukan voting melalui sosial medianya. Ternyata antusias tinggi datang dari followernya yang ada di Purwokerto dan sekitarnya.
“Selain itu landscape Purwokerto itu bagus, ada Baturraden misalnya. Trus saat voting di sosmed banyak yang merekomendasikan Purwokerto,” ujarnya.
Selanjutnya Bayu dan tim-nya mencoba koordinasi dengan Pemkab Banyumas. Ternyata sambutan dari Pemkab sangat hangat. Sehingga diputuskan untuk memilih Purwokerto untuk shooting film ini.
“Sambutan Pemkab sangat bagus, sangat welcome, sejak obrolan pertama, kita langsung difasilitasi,” kata dia.
Sejumlah lokasi telah ditinjau langsung oleh tim produksi, diantaranya kawasan wisata Baturraden dan Karanglewas.
“Di antaranya yah, nanti ada di kawasan Baturraden dan Singasari Karanglewas,” ujarnya.
Bayu menjelaskan, film Landasan mengusung genre komedi situasi dengan kekuatan dialog dan dialek lokal. Ceritanya berangkat dari isu pembangunan bandara yang justru memicu beragam respons kocak dari masyarakat.
“Ceritanya bertajuk komedi situasi dan komedi canda tawa dialek. Landasan yang di sini karena akan ada pembangunan bandara dan ketika ada pembangunan bandara orang senang dan berlomba untuk menawarkan tanahnya untuk ganti untung jadi bandara,” kata Bayu.
Bayu bahkan sempat menyebut kemungkinan keterlibatan Bupati Banyumas dalam film, meski masih dirahasiakan.
Selain itu, komposisi pemain dalam film ini tetap didominasi oleh talenta lokal dengan sentuhan aktor yang menguasai bahasa Jawa.
“Total seluruh pemain 80 persen dari lokal Banyumas dan sekitarnya tapi harus ada kombinasi dengan artis yang bisa bahasa Jawa,” kata dia.