
SERAYUNEWS- Mimpi memiliki rumah sendiri kian terbuka lebar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) menerapkan zonasi baru untuk batas gaji penerima KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) subsidi, sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 5 Tahun 2025.
Indonesia dibagi menjadi empat zona berdasarkan standar hidup setempat. Zona 1 mencakup Jawa (kecuali Jabodetabek), Sumatera, NTT, dan NTB.
Batas gaji maksimal di zona ini Rp8,5 juta untuk lajang, Rp10 juta untuk kawin, serta Rp10 juta bagi peserta Tapera. Penyesuaian ini memudahkan warga daerah non-metropolitan.regional.
Zona 2 meliputi Kalimantan, Sulawesi, Kalteng, Maluku, hingga Bali. Gaji maksimal lajang adalah Rp9 juta, kawin Rp11 juta, dan Tapera Rp11 juta.
Zona 3 khusus Papua beserta provinsi sekitarnya seperti Papua Barat Daya dan Pegunungan. Lajang boleh mengajukan jika bergaji Rp10,5 juta, kawin Rp12 juta, Tapera sama Rp12 juta.
Ini mencerminkan biaya hidup tinggi di wilayah timur. Sementara itu, Zona 4 di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) paling fleksibel, lajang Rp12 juta, kawin Rp14 juta.
Heru Pudyo Nugroho dari BP Tapera menegaskan, “Harga FLPP 2026 tetap stabil sesuai zonasi, tanpa kenaikan signifikan.”
Kebijakan zonasi ini naik dari sebelumnya sebesar Rp7-8 juta.
Menteri PUPR Maruarar Sirait (Ara) pernah bilang, “Penyesuaian desil 8 BPS per provinsi bikin akses rumah lebih adil.”
Warga kini tak perlu khawatir gaji mepet batas lama. Cukup cek zona domisili untuk yakin layak.
Status lajang atau kawin menjadi penentu utama. Belum punya rumah sebelumnya juga syarat wajib.
Penerima berusia minimal 21 tahun atau sudah kawin. Dokumen seperti KTP, KK, slip gaji, dan NPWP harus lengkap.
Kuota FLPP 2026 cair mulai Januari via bank penyalur seperti BTN. Bunga fixed adalah 5% per tahun, tenor hingga 20 tahun, DP minim 1%.
Harga rumah tapak maksimal adalah Rp166-185 juta tergantung zona. Misal, Jawa non-Jabodetabek Rp166 juta, Papua Rp185 juta.
Bayangkan! Rumah Rp179 juta di zona 4, DP Rp1,85 juta, subsidi Rp4 juta. Cicilan bulanan sekitar Rp1,47 juta untuk 20 tahun.
Gaji Rp10 juta di Jabodetabek masih aman. Program ini dorong 1 juta unit rumah subsidi tahun ini.
Pemerintah menargetkan rumah tangga miskin berkurang. Zonasi membuat distribusi merata ke pinggiran.
Cek ketersediaan kuota via aplikasi SiKasep atau cabang bank. Jangan lewatkan kesempatan di awal 2026!
Jangan lupa, siapkan bukti penghasilan stabil. Hindari gaji tambahan yang bikin over batas.
Konsultasi developer terdaftar PUPR. Pastikan lokasi sesuai zona Anda.
Dengan aturan baru, impian hunian layak kian dekat. Segera beraksi sebelum kuota habis.***