
SERAYUNEWS- Pemerintah Republik Indonesia bersama PT Pertamina (Persero) terus memperketat penyaluran Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi pada 2026.
Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah pembatasan kendaraan yang boleh membeli Pertalite melalui sistem digital MyPertamina. Kebijakan ini muncul setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan sejak April 2026.
Produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat mengalami lonjakan harga menyusul naiknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mulai memperjelas kriteria kendaraan yang tidak lagi berhak menggunakan Pertalite subsidi. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasan selengkapnya:
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026. Kenaikan terjadi karena harga minyak mentah Brent sempat menembus US$100 per barel.
Berikut daftar kenaikan harga BBM nonsubsidi:
– Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter
– Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter
– Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter
Kondisi tersebut membuat pemerintah semakin fokus menata distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Rencana pembatasan BBM subsidi sebenarnya sudah diwacanakan sejak 2024 melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan dan distribusi BBM.
Dalam aturan itu, kendaraan dengan kapasitas mesin besar dinilai tidak layak menerima subsidi energi dari negara.
Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim sebelumnya menyebut mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc berpotensi dilarang membeli Pertalite. Sementara untuk sepeda motor, batas kapasitas mesin yang dibahas berada di atas 150 cc.
Artinya, kendaraan kategori SUV, MPV kelas menengah atas, hingga motor premium kemungkinan besar harus beralih menggunakan BBM nonsubsidi.
Berikut sejumlah kendaraan yang masuk kategori tidak diperbolehkan membeli Pertalite berdasarkan kapasitas mesin:
– All New Kijang Innova G Diesel (2.494 cc)
– GR Yaris 1.6 (1.618 cc)
– All New Avanza 1.5 G CVT (1.497 cc)
– All New Veloz 1.5 CVT (1.497 cc)
– New Rush 1.5 G (1.496 cc)
– All New Terios IDS (1.496 cc)
– Luxio 1.5 D (1.495 cc)
– Luxio 1.5 X (1.495 cc)
– Gran Max Pick Up 1.5 STD (1.495 cc)
– Gran Max Pick Up 1.5 STD 3-Way (1.495 cc)
– All New City (1.497 cc)
– All New Civic (1.500 cc)
– New HR-V (1.497 cc)
– WR-V (1.500 cc)
– BR-V (1.500 cc)
– Xpander 1.5 (1.499 cc)
– XForce 1.5 (1.499 cc)
– Pajero Sport 2.4 (2.442 cc)
– Triton 2.5L (2.477 cc)
– L300 (2.500 cc)
– XL-7 Zeta (1.462 cc)
– Ertiga (1.462 cc)
– APV-GE (1.495 cc)
– New Baleno AT (1.490 cc)
– Grand Vitara (1.462 cc)
Selain mobil, sejumlah motor dengan kapasitas mesin besar juga masuk daftar pembatasan.
1. Yamaha
– Yamaha XMAX 250
– Yamaha R25
– Yamaha MT-25
2. Honda
– Honda CBR250RR
– Honda Forza
– Honda CRF250
3. Vespa
– Vespa GTS 250
– Vespa GTS 300
– Vespa GTV
Untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi, pemerintah menerapkan sistem pembelian digital melalui aplikasi MyPertamina.
Berikut aturan terbaru yang mulai diterapkan di berbagai daerah:
1. Wajib Registrasi Kendaraan
Pemilik kendaraan harus mendaftarkan data kendaraan melalui aplikasi atau situs resmi Pertamina.
2. Gunakan QR Code Saat Isi BBM
Setelah pendaftaran disetujui, pengguna akan mendapatkan QR Code yang wajib ditunjukkan saat membeli Pertalite di SPBU.
3. Pembatasan Kuota Harian
Beberapa wilayah mulai menerapkan batas pembelian BBM subsidi per hari untuk mencegah penimbunan.
4. Verifikasi Data Otomatis
Sistem akan memeriksa kapasitas mesin dan identitas kendaraan. Jika tidak sesuai kriteria penerima subsidi, pembelian Pertalite akan otomatis ditolak.
Pemerintah menilai subsidi BBM harus difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selama ini masih banyak kendaraan mewah atau kendaraan dengan kapasitas mesin besar yang menikmati BBM subsidi.
Melalui sistem digital MyPertamina, distribusi Pertalite diharapkan menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan mengurangi potensi penyalahgunaan subsidi energi.
Masyarakat yang ingin tetap menggunakan Pertalite disarankan segera memastikan data kendaraan sudah terdaftar dan lolos verifikasi dalam sistem MyPertamina.