SERAYUNEWS-Bencana tanah longsor dan banjir terjadi di Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Bencana ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Budy Setyawan, menjelaskan bahwa longsoran tanah sepanjang 20 meter dan setinggi 15 meter menutupi badan jalan.
“Material longsor tersebut memiliki panjang 15 meter, lebar 3 meter dan tinggi 1 meter, yang mengakibatkan akses jalan terputus total. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas, membuat warga terisolasi,” ujarnya, Kamis (3/4/2025).
Tak hanya longsor, curah hujan tinggi juga menyebabkan banjir merendam jalan desa dan rumah warga di Dusun Cibungur. Sebanyak 26 rumah dengan sekitar 18 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.
“Ketinggian air di jalan mencapai 50 hingga 100 cm, sementara di halaman rumah warga berkisar sekitar 50 cm, dan di dalam rumah, air merendam sekitar 10 hingga 20 cm,” ujarnya.
Upaya penanganan darurat langsung dilakukan oleh BPBD Cilacap, bersama Forkompimcam, Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat. Warga bergotong royong membuka jalan yang tertutup longsor melalui kerja bakti manual.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Teknis terkait, seperti BBWS Citanduy dan PUPR, untuk membantu mempercepat penanganan. Kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Budy menyebut, setelah dilakukan penangan darurat, jalan yang tertutup longsor sudah dapat dilalui kendaraan, sedangkan untuk banjur juga sudah surut.
“Kondisi terkini Jalan yang sempat tertutup material longsor kini sudah dapat dilalui kendaraan, meskipun masih licin dan ada sisa lumpur. Banjir yang merendam rumah warga juga sudah surut, dan debit Sungai Cikondang yang meluap mulai berangsur kembali normal,” imbuhnya.
Budy Setyawan menambahkan bahwa meskipun situasi sudah mulai kondusif, pihaknya tetap mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat cuaca yang masih berpotensi turun hujan.