Rabu, 20 Oktober 2021

Budidaya Kentang Dieng Sudah Pakai Alat Modern

Budidaya Kentang di Dieng Banjarnegara. (Maula)

Budidaya kentang di Banjarnegara saat ini sudah mulai menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Penggunaan alsintan mulai diujicobakan di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kamis (14/10).


Banjarnegara, serayunews.com

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Kementerian Pertanian RI, Agung Prabowo mengatakan, selama ini penggunaan alsintan di Kabupaten Banjarnegara masih dalam taraf teknologi 2.0. Saat ini, pertanian khususnya budidaya kentang di Banjarnegara mudah mulai masuk pada peralatan yang canggih dan modern.

“Kementan RI memilih Banjarnegara untuk difasilitasi terkait pengembangan budi daya kentang modern, kentang di Banjarnegara ini merupakan peringkat pertama di Jawa tengah dan nomor dua se Indonesia,” katanya.

Menurutnya dalam memperkenalkan teknologi pertanian, tentu terjadi perubahan pola pikir, terutama bagi para petani yang telah lama berkecimpung dengan menggunakan alat pertanian manual. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi, pembinaan serta pelatihan agar para petani bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Beberapa alat pertanian yang difasilitasi oleh Kemntan RI untuk Banjarnegara antara lain, alat pembuat guludan tanah, alat penanam benih kentang, alat pemanen kentang, alat pembuat lubang tanam, hingga alat pengangkut hasil panen.

Untuk alat menggulud tanah mampu mengolah guludan tanah hanya dalam waktu 4 jam, yang biasanaya jika dilakukan manual bisa sehari lebih. Kemudian alat menanam benih kentang dengan kapasitas 4,5 jam per hektare dan alat panen yang kapasitasnya 1 jam perhektare dengan dua operator.

“Harapan kami dengan adanya adanya teknologi seperti alsintan modern maka petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, produktivitas yang meningkat dan efisiensi biaya serta waktu,” katanya.

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin menuturkan, komoditas kentang di Banjarnegara memiliki potensi luas tanah 7000 hektare. Ini menjadikan Kabupaten Banjarnegara memiliki produksi kentang yang tinggi.

“Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan teknologi pertanian modern untuk budidaya tanaman kentang dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

Dia berharap potensi tanaman kentang di Banjarnegara menjadi pertanian yang modern dan teritegrasi sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi di tigkat petani. Di sisi lain, pembanguan yang selama ini sudah dilakukan adalah pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran sektor ekonomi, salah satunya sektor pertanian dalam transportasi hasil panen serta kelancaran untuk mencukupi sarana pendukung seperti pupuk dan obat pertanian.

“Pembanguanan infrastruksur yang baik akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini