
JAKARTA, SERAYUNEWS – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencatat penguatan pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan data perdagangan Stockbit hingga pukul 11.42 WIB, saham BUMI berada di level Rp226 per saham, naik Rp6 atau 2,73 persen.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif BUMI setelah pada perdagangan sehari sebelumnya saham emiten pertambangan tersebut juga menjadi salah satu penggerak utama pasar saham Indonesia.
Pergerakan saham BUMI pada perdagangan Selasa menunjukkan aktivitas yang masih cukup tinggi. Hingga pukul 11.42 WIB, harga saham BUMI tercatat berada di Rp226 dengan kenaikan Rp6 atau 2,73 persen. Data tersebut merupakan kondisi perdagangan intraday, sehingga harga saham BUMI masih dapat mengalami perubahan hingga penutupan perdagangan.
Volume transaksi juga menunjukkan tingginya aktivitas investor. Hingga waktu tersebut, volume perdagangan BUMI telah mencapai sekitar 3,43 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume yang berada di kisaran 3,11 miliar saham. Artinya, volume perdagangan BUMI telah berada sekitar 10 persen di atas rata-rata volume yang tercatat pada data Stockbit.
Aktivitas tinggi BUMI sebenarnya sudah terlihat pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Berdasarkan statistik resmi Bursa Efek Indonesia, BUMI mencatat volume perdagangan mencapai 5,85 miliar saham atau sekitar 16,44 persen dari total volume perdagangan saham yang tercatat dalam daftar tersebut.
Tidak hanya dari sisi volume, BUMI juga menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar. Nilai perdagangan saham BUMI pada Senin mencapai sekitar Rp1,28 triliun, setara dengan 9,37 persen dari total nilai perdagangan dalam daftar saham dengan nilai transaksi terbesar.
Dari sisi frekuensi transaksi, BUMI juga berada di posisi teratas dengan 87.820 kali transaksi. Angka tersebut menunjukkan tingginya intensitas perdagangan saham BUMI sepanjang sesi perdagangan.
Penguatan BUMI pada Senin juga memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data BEI, saham BUMI mencatat kenaikan 4,76 persen dan memberikan kontribusi sekitar 3,67 poin terhadap IHSG. Posisi tersebut menjadikan BUMI sebagai salah satu saham yang memberikan dorongan terbesar terhadap indeks pada perdagangan tersebut.
Kondisi tersebut terjadi ketika IHSG secara keseluruhan justru mengalami tekanan. Pada Senin, 7 September 2026, IHSG ditutup di level 6.619,673, melemah 16,802 poin atau 0,25 persen dari posisi sebelumnya 6.636,475.
Dengan demikian, penguatan BUMI menjadi salah satu pergerakan yang menonjol di tengah kondisi pasar yang masih tertekan.
Dengan penguatan harga pada Selasa dan tingginya volume transaksi, BUMI kembali menjadi salah satu saham yang menarik perhatian dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan Senin, BUMI tidak hanya mencatat volume dan nilai transaksi terbesar, tetapi juga menjadi salah satu saham yang memberikan kontribusi positif terhadap IHSG. Memasuki Selasa, momentum tersebut masih terlihat dari penguatan harga dan volume transaksi yang telah melampaui rata-rata.
Perkembangan harga BUMI hingga penutupan perdagangan Selasa akan menjadi perhatian berikutnya untuk melihat apakah penguatan saham tersebut mampu bertahan hingga akhir sesi. (Robbi Adi Saputro)