
PURBALINGGA, SERAYUNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga memastikan tidak ada paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masuk ke wilayah Purbalingga berdasarkan hasil pemantauan lapangan.
BPBD Purbalingga menyatakan kondisi wilayah masih aman dari sebaran material abu vulkanik aktif. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran gas sulfur dioksida (SO₂).
Berdasarkan pemantauan lapangan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi BPBD Purbalingga, petugas memastikan belum menemukan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Kabupaten Purbalingga.
“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sampai saat ini tidak terdapat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Kabupaten Purbalingga. Status Purbalingga: HIJAU,” tulis BPBD Purbalingga dalam unggahan resminya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Purbalingga tidak perlu panik terkait informasi mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi atmosfer dan arah sebaran material vulkanik dapat berubah.
Meski abu vulkanik belum terdeteksi di Purbalingga, pantauan satelit menunjukkan adanya pergerakan gas sulfur dioksida (SO₂) dari Gunung Anak Krakatau yang mengarah hingga wilayah Jawa Tengah.
Paparan SO₂ dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat tetap perlu melakukan langkah perlindungan diri, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
BPBD Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan gas vulkanik.
Masyarakat dianjurkan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk membantu melindungi saluran pernapasan.
Kacamata dapat digunakan untuk mengurangi risiko kontak langsung mata dengan material atau gas vulkanik di area terbuka.
Saat kondisi udara berpotensi terpapar gas vulkanik, warga dianjurkan menutup akses udara dari luar untuk mengurangi kemungkinan gas masuk ke dalam rumah.
Setelah melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan segera mencuci tangan dan wajah menggunakan air mengalir.
Warga diminta tidak menampung air hujan untuk konsumsi, menyiram tanaman, maupun mencuci kendaraan apabila terdapat potensi kontaminasi material vulkanik.
BPBD Purbalingga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau melalui kanal informasi resmi pemerintah.
Warga juga diminta tidak mudah percaya atau menyebarkan berita bohong (hoax) mengenai sebaran abu vulkanik sebelum informasi tersebut terverifikasi.
Dengan status Purbalingga yang masih HIJAU, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi kebencanaan dari instansi berwenang.