
SERAYUNEWS — Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai kunci utama peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada seluruh kepala OPD di Kabupaten Banjarnegara.
Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh OPD meninggalkan pola kerja sektoral dan beralih pada kolaborasi sebagai satu tim besar atau “super team”.
“Semua OPD harus bersinergi dan menjadi super team. Tidak boleh ada ego sektoral, karena hasil yang optimal hanya bisa dicapai melalui kolaborasi,” katanya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus melalui kerja terintegrasi antarperangkat daerah.
Bupati juga mendorong agar program unggulan setiap OPD dapat dikolaborasikan dengan perangkat daerah lain, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Langkah ini bertujuan memperkuat publikasi melalui berbagai kanal media milik pemerintah daerah.
Ia menyebut, saat ini Pemkab Banjarnegara telah memiliki jaringan komunikasi yang solid melalui Forum Komunikasi Kehumasan (Fokohumas) di tingkat OPD dan kecamatan.
“Publikasi tidak hanya soal kegiatan pemerintah, tetapi juga potensi lokal, kuliner, hingga aktivitas warga. Ini terbukti berdampak langsung, bahkan ada pelaku usaha yang omzetnya meningkat hingga tiga kali lipat setelah dipromosikan,” ujarnya.
Selain publikasi, Bupati menekankan pentingnya peningkatan capaian prestasi daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah optimalisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
“Peningkatan nilai SAKIP adalah peluang besar untuk meraih prestasi. Ini bukan hal yang sulit jika dikerjakan secara serius dan konsisten,” katanya.
Bupati juga menyoroti sejumlah program inovatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, seperti:
Program-program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Inspektur Banjarnegara, Agung Yusianto, menyampaikan capaian positif dalam Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) melalui program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).
Banjarnegara bahkan berhasil menembus peringkat 11 secara nasional.
“MCSP bukan sekadar dokumen, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan,” katanya.
Melalui penguatan kolaborasi antar-OPD, Pemkab Banjarnegara menargetkan peningkatan kinerja yang lebih terukur dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Pendekatan “super team” diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.