
SERAYUNEWS — Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan komitmennya untuk menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) guna memperkuat tata kelola birokrasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Komitmen Bersama di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (8/1/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Fahmi Muhammad Hanif yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga Herni Sulasti serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purbalingga Dwi Mulyanto, bersama para kepala daerah se-Jawa Tengah.
Bupati Fahmi menilai Manajemen Talenta sangat dibutuhkan dalam pembinaan ASN, khususnya agar aparatur yang memiliki potensi dan prestasi dapat ditempatkan pada posisi yang tepat dan strategis.
“Dengan demikian keberadaan mereka bisa mengoptimalisasi dan meningkatkan efektivitas pemerintahan yang ada di Purbalingga ini,” katanya.
Ia berharap penerapan Manajemen Talenta mampu memberikan dampak positif bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, sistem ini diharapkan dapat mengantisipasi kebutuhan pengisian jabatan di masa mendatang tanpa proses adaptasi ulang, karena ASN telah dipersiapkan sejak dini.
Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Manajemen Talenta merupakan langkah krusial dalam menciptakan sumber daya manusia ASN sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Menurutnya, pendekatan ini tidak lagi berbasis “suka atau tidak suka”, melainkan pada sistem birokrasi profesional yang mempercepat terwujudnya visi dan misi Asta Cita Presiden.
“Ini tentu dalam rangka menciptakan aparatur sipil negara yang profesional, tapi di situ akan tercipta kompeten, integritas, serta mempunyai daya saing,” katanya.
Ahmad Luthfi mengungkapkan, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan empat kali pelantikan pejabat pimpinan tinggi dengan skema Manajemen Talenta terhadap 27 orang.
Selain itu, Pemprov Jateng juga melakukan asistensi kepada kabupaten/kota, termasuk evaluasi sistem merit.
Ia berharap penerapan Manajemen Talenta dapat menghapus praktik local hero local job maupun pola subjektif dalam pengisian jabatan, sehingga seluruh proses berjalan profesional dan proporsional.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Zudan Arif Fakhrulloh menekankan bahwa institusi pemerintahan tidak boleh bergantung pada figur personal, tetapi harus ditopang sistem yang kuat dan berkelanjutan.
“Ibarat bank, meskipun Direktur Utamanya ganti, tapi mobile banking-nya masih tetap operasional, ATM-nya masih tetap operasional. Ini yang ingin kita bergerak ke sana dengan meritokrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Manajemen Talenta bertujuan mempercepat pencapaian visi dan misi Asta Cita Presiden. Melalui penandatanganan komitmen bersama ini, BKN menargetkan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat menerapkan Manajemen Talenta pada tahun ini.
“Kalau Manajemen Talenta terwujud maka pengangkatan pejabat di kabupaten, kota, provinsi akan berjalan lebih efektif, lebih efisien, kinerja jadi tolok ukur. Jadi objektivitas dan transparansi akan menjadi kekuatan baru dalam kita mencari SDM,” imbuhnya.