
SERAYUNEWS – Ratusan mahasiswa lintas kampus berkumpul dalam forum akademik bertaraf global guna membahas prospek ilmu pengetahuan dan tantangan masa depan. Sebanyak 195 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi antusias mengikuti Kuliah Umum Internasional UT Purwokerto. Para peserta yang hadir tersebut merupakan delegasi dari Universitas Terbuka (UT), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri.
Dalam sambutannya, Direktur UT Purwokerto menekankan bahwa forum ini adalah langkah konkret untuk memperkuat jejaring kerja sama antar-perguruan tinggi. Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Internasional UT Purwokerto, institusi ini terus mengukuhkan perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang memberikan akses fleksibel bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut, kolaborasi strategis dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sektor perikanan dan agribisnis, melainkan dapat meluas ke berbagai disiplin ilmu lainnya.
Agenda utama dalam Kuliah Umum Internasional UT Purwokerto kali ini menghadirkan akademisi dari IIUM, Dr. Muhammad Fitri bin Yusof. Ia mengupas secara komprehensif topik mengenai pemanfaatan teknologi genetika dalam produksi perikanan (Genetic Improvement and Breeding Technologies).
Dr. Fitri memaparkan bahwa masa depan sektor akuakultur akan sangat bergantung pada inovasi genetika dan pemuliaan ikan. Melalui pendekatan selective breeding, para peneliti mampu menyeleksi indukan unggul secara ilmiah guna menghasilkan strain ikan berkualitas tinggi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut memberikan sejumlah keuntungan strategis, antara lain:
Inovasi pemuliaan ini dinilai sebagai langkah esensial untuk merespons lonjakan kebutuhan pangan global, sekaligus menjaga sistem produksi perikanan agar tetap efisien dan berkelanjutan.
Selain membahas sains terapan, kegiatan ini turut membekali para peserta dengan kesiapan mental untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis. Salah satu alumni inspiratif UT, Drs. Waidi, MBA.Ed., hadir untuk membagikan wawasan mengenai urgensi memiliki pola pikir bertumbuh (Growth Mindset).
Ia mengingatkan para mahasiswa untuk selalu meyakini bahwa kemampuan dasar manusia dapat terus dikembangkan melalui dedikasi, kerja keras, dan jam terbang. “Dengan memiliki growth mindset, sebuah kegagalan tidak akan dianggap sebagai akhir pencapaian, melainkan sebagai bagian dari proses belajar menuju keberhasilan,” tegasnya.
Tingginya antusiasme dan interaksi peserta dalam Kuliah Umum Internasional UT Purwokerto ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi, memaksimalkan potensi diri, dan berani memperluas wawasan hingga ke kancah global.