
CILACAP, SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mematangkan rencana pelaksanaan program Satu Desa Satu Sarjana yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Program tersebut akan didukung pembiayaan dari APBD Kabupaten Cilacap dan melibatkan 12 perguruan tinggi yang berada di wilayah setempat.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap. Rapat dipimpin Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya didampingi Pj. Sekda Cilacap Annisa Fabriana serta dihadiri para rektor dari 12 perguruan tinggi di Kabupaten Cilacap.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Cilacap ingin memperkuat pembangunan daerah berbasis pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam rapat itu ialah pembahasan program Satu Desa Satu Sarjana. Program beasiswa tersebut dirancang untuk membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat desa agar dapat mengenyam pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi lokal.
Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi tanpa harus bergantung pada perguruan tinggi di luar daerah.
“Pemkab memiliki komitmen dalam memberikan pendidikan tinggi kepada masyarakat melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Jadi jangan sampai satu desa satu sarjana tapi dilemparnya ke kampus di luar daerah. Kalau di Cilacap banyak perguruan tinggi, kenapa tidak di Cilacap saja? Namun, Pemkab juga harus memastikan bahwa output-nya pun juga harus berkualitas,” tegasnya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Ammy, keberadaan 12 perguruan tinggi di Cilacap harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu menjadi pilihan utama masyarakat. Langkah itu juga diharapkan dapat mengubah pola pikir generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di daerahnya sendiri.
Selain itu, Pemkab Cilacap memiliki harapan besar agar pengembangan pendidikan tinggi di daerah terus meningkat, termasuk mendorong transformasi sekolah tinggi menjadi universitas hingga membuka program pendidikan magister (S2) dan doktoral di Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap Imam Jauhari mengatakan seluruh perguruan tinggi yang hadir telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Kerja sama tersebut menjadi landasan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Cilacap.
“Di dalam pola kerja sama ini diharapkan kita dapat bersinergi, kita bisa melakukan pengembangan yang lebih baik dalam rangka menghadapi berbagai permasalahan khususnya terkait dengan kegiatan-kegiatan penelitian pengembangan, riset inovasi, maupun kegiatan yang mendukung proses pembangunan di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Cilacap juga ingin menyinergikan berbagai program perguruan tinggi, termasuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan kebutuhan pembangunan di tingkat desa. Program tersebut diharapkan dapat membantu penanganan sejumlah isu strategis seperti kemiskinan, stunting, hingga penguatan sektor UMKM, sehingga hasil pengabdian mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.