
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Pemateri seminar yang juga YouTuber Andovi da Lopez mengajak mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk berani bersuara, tidak takut menghadapi kegagalan, dan terus mengasah kemampuan diri di tengah kehidupan yang dinamis. Pesan tersebut disampaikan dalam seminar yang berlangsung di Graha Auditorium FISIP UNSOED, Senin (10/8/2026) pukul 08.30–10.00 WIB.
Dalam acara itu, Andovi diberondong banyak pertanyaan dari mahasiswa baru Unsoed. Muhammad Auqi Rizalini (18), mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) asal Tangerang, bertanya mengenai cara berani berbicara tanpa takut terhadap risiko yang mungkin diterima serta tetap mampu menyuarakan pendapat pada masa mendatang.
Andovi mengatakan mahasiswa saat ini hidup dalam kondisi yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk bersuara sekaligus terus mengasah kemampuan sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Jangan pernah takut bersuara dan teruslah mencoba mengasah kemampuan tersebut sesuai dengan kapasitas masing-masing,” ujar Andovi.
Menurut Andovi, keberanian menyampaikan pendapat juga perlu disertai pemahaman mengenai tujuan. Mahasiswa perlu mengetahui alasan dan tujuan ketika hendak menyampaikan suatu pendapat agar suara yang disampaikan memiliki arah yang jelas.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap menghormati orang lain ketika menyampaikan pandangan. Perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk menutup ruang komunikasi.
Pertanyaan lain disampaikan Lili Purwati (19), mahasiswa Akuntansi FEB asal Purwokerto. Ia menanyakan cara memvalidasi perasaan ketika mengalami kegagalan.
Menanggapi hal tersebut, Andovi meminta mahasiswa mendefinisikan kegagalannya masing-masing karena setiap orang memiliki pengalaman dan proses yang berbeda.
“Jangan pernah samakan definisi kegagalan kalian dengan orang lain,” katanya.
Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan proses berbeda dalam menghadapi kegagalan. Karena itu, mahasiswa perlu menerima perasaan yang muncul setelah mengalami kegagalan dan menjadikannya bagian dari proses untuk terus berkembang.
Selain membahas kegagalan, Andovi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membatasi diri dalam membangun pertemanan dan relasi. Mahasiswa perlu terbuka dalam bergaul tanpa memilih teman hanya berdasarkan penampilan maupun latar belakang.
Menurutnya, relasi yang luas dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik maupun menghadapi dunia kerja. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak merasa rendah diri dengan kehidupan yang dijalani karena setiap orang memiliki perjalanan masing-masing.
Sementara itu, Saan Almubaroh (18) tahun, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP asal Indramayu, menanyakan mengenai stigma terhadap mahasiswa di tengah kondisi politik saat ini.
Andovi menekankan pentingnya menghormati perbedaan pendapat dan memahami bahwa setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda. Menurutnya, mahasiswa tetap dapat menyuarakan pendapat tanpa harus mengabaikan pandangan orang lain.
Tantangannya, kata Andovi, adalah kemampuan berkomunikasi untuk membuka ruang diskusi sehingga perbedaan pandangan dapat dibicarakan secara terbuka.
Melalui sesi tanya jawab tersebut, Andovi mengajak mahasiswa Unsoed untuk tidak takut mencoba, menghadapi kegagalan, serta berani menyampaikan pendapat. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membandingkan proses hidupnya dengan orang lain dan tetap fokus pada langkah yang ingin dicapai.(yoga adikusuma)