
SERAYUNEWS – Simak ciri-ciri kurma Israel. Pasalnya, menjelang bulan Ramadan, kurma menjadi salah satu produk pangan yang paling banyak diburu masyarakat Muslim.
Buah yang identik dengan sunnah berbuka puasa ini tidak hanya dinilai dari rasa dan kualitasnya, tetapi juga dari asal-usul produksinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu boikot produk Israel kembali mengemuka, termasuk terhadap kurma yang berasal dari Israel atau permukiman ilegal di wilayah Palestina.
Mengutip dari laman Palestine Campaign, masyarakat diimbau untuk lebih cermat memeriksa label pada kemasan kurma sebelum membeli.
Imbauan ini muncul karena Israel merupakan salah satu eksportir kurma terbesar di dunia, sehingga produk-produknya banyak beredar di pasar internasional, termasuk Indonesia.
“Pada Ramadan ini, jangan membeli kurma Israel. Dukung kemerdekaan Palestina! Jangan berbuka puasa dengan kurma Israel di bulan Ramadan ini,” tulis Palestine Campaign.
Seruan tersebut menjadi pengingat agar konsumen Muslim lebih sadar terhadap pilihan belanja mereka, terutama di bulan suci yang sarat nilai kepedulian dan solidaritas.
Tak banyak yang menyadari bahwa Israel merupakan salah satu pemain utama dalam perdagangan kurma global. Berdasarkan laporan Statista,
Israel menempati posisi kedua sebagai negara dengan nilai ekspor kurma terbesar di dunia, hanya berada satu tingkat di bawah Arab Saudi.
Varietas kurma Medjool menjadi andalan utama Israel di pasar internasional.
Kurma jenis ini dikenal berukuran besar, berdaging tebal, dan bercita rasa manis.
Namun di balik popularitasnya, sebagian besar kurma Medjool yang beredar di supermarket global ditanam di Israel atau di permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.
Menurut Palestine Campaign, terdapat sejumlah perusahaan yang diketahui mengekspor kurma asal Israel dan permukiman ilegalnya.
Perusahaan-perusahaan ini kerap menggunakan berbagai merek dagang untuk menembus pasar internasional.
Berikut daftar pengekspor kurma Israel yang perlu diwaspadai:
Hadiklaim disebut sebagai pengekspor kurma terbesar dari Israel.
Perusahaan ini memasarkan produknya dengan berbagai merek populer.
Adapun seperti King Solomon, Jordan River, Jordan River Bio-Top, serta melalui label privat milik jaringan supermarket besar.
Kondisi ini membuat konsumen sering kali tidak sadar bahwa kurma yang dibeli berasal dari Israel.
Agar tidak keliru saat membeli, ada beberapa ciri kurma Israel yang bisa Anda kenali dengan mudah.
Langkah-langkah ini penting dilakukan, terutama ketika berbelanja menjelang Ramadan.
1. Periksa Informasi Negara Asal
Langkah paling sederhana adalah membaca label kemasan. Jika tertulis “Product of Israel”, “Packed in Israel”, atau merujuk pada pemukiman Tepi Barat, sebaiknya produk tersebut dihindari.
2. Cek Kode Barcode
Produk asal Israel umumnya memiliki barcode yang diawali dengan angka 729.
Meski tidak selalu menjadi patokan mutlak, kode ini bisa menjadi indikator awal untuk mengenali asal produk.
3. Waspadai Kurma Medjool
Sebagian besar kurma Medjool yang beredar di pasar internasional berasal dari Israel atau permukiman ilegalnya.
Karena itu, konsumen disarankan untuk lebih teliti saat membeli jenis kurma ini.
4. Kenali Merek yang Berafiliasi dengan Israel
Beberapa merek yang diketahui berafiliasi dengan pengekspor Israel antara lain Jordan River, King Solomon, King Medjool, dan Bahri. Merek-merek ini kerap ditemukan di pasar global dengan kemasan menarik.
5. Perhatikan Label “Diekspor oleh Hadiklaim”
Jika pada kemasan tercantum nama Hadiklaim, besar kemungkinan kurma tersebut berasal dari Israel atau wilayah pendudukan ilegal.
6. Jangan Tertipu Kemasan
Sebagian produk Israel menggunakan tulisan Arab, ornamen Timur Tengah, bahkan simbol yang menyerupai identitas Palestina untuk menyamarkan asal-usulnya. Informasi produsen dan negara asal tetap menjadi rujukan utama.
7. Hindari Produk Tanpa Informasi Jelas
Kurma yang tidak mencantumkan negara asal dan produsen secara transparan patut dicurigai.
Beberapa perusahaan yang diketahui mengekspor kurma Israel antara lain Mehadrin, MTex, Galilee Export, Edom, Carmel Agrexco, dan Arava.
8. Perhatikan Harga
Kurma asal Israel sering dijual dengan harga relatif lebih murah karena mendapat subsidi dari pemerintah Israel.
Harga yang terlalu rendah bisa menjadi sinyal untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
Sebagai panduan tambahan, berikut sejumlah merek kurma yang diketahui berasal dari atau berafiliasi dengan Israel dan sebaiknya dihindari oleh konsumen:
Bomaja, Bonbierra, Brousse & Fils, Carmel Agrexco, Delilah, Desert Diamond, Hadiklaim, Jordan River, Jordan Valley, Jordan Plains, Anna and Sarah, Urban Platter, King Solomon, MyJool, Mehadrin, Nava Fresh, Premium Medjoul, Rapunzel, Red Sea, Royal Treasure, Fancy Medjoul, Kalahari, Tamara Barhi, Paradise Dates, Shams, Star Dates, Food to Live, dan Sincerely Nuts.
Memilih kurma bukan sekadar soal rasa dan kualitas, tetapi juga tentang nilai dan kepedulian.
Dengan memahami ciri-ciri kurma Israel, Anda dapat lebih bijak dalam menentukan pilihan belanja, sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ramadan menjadi momentum tepat untuk mempraktikkan konsumsi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan bernilai kemanusiaan.***