
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Curug Tebela Baturraden merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki cerita sejarah dan keunikan tersendiri. Air terjun ini telah dikenal masyarakat selama lebih dari 10 tahun dan sempat dikelola oleh pemerintah desa sebelum berkembang menjadi destinasi yang semakin dikenal wisatawan.
Selain menawarkan suasana alam, Curug Tebela juga menyimpan cerita mengenai asal-usul namanya. Cerita tersebut diwariskan masyarakat secara turun-temurun dan menjadi bagian dari daya tarik wisata Curug Tebela.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu pengelola wisata Curug Tebela, Sarkim, destinasi tersebut telah dikenal masyarakat sejak lebih dari satu dekade lalu.
Pada awalnya, curug yang secara administratif terdapat di Jalan Prodjo Tarmedja, Dusun Genting, Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang ini, pernah dikelola oleh pemerintah desa.
“Kalau sejarahnya, sebenarnya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Curug Tebela itu dulu pernah dikelola desa. Kemudian, setelah berjalan sekitar empat tahun, tempat ini mulai dikenal masyarakat,” ujar Sarkim selaku pengelola wisata.
Seiring meningkatnya popularitasnya, Curug Tebela kemudian berkembang menjadi salah satu tempat wisata alam yang menarik perhatian masyarakat.
Nama Curug Tebela tidak muncul begitu saja. Menurut cerita masyarakat dan penuturan yang diwariskan dari generasi ke generasi, nama tersebut berkaitan dengan bentuk batu yang berada di kawasan curug.
Batu tersebut disebut memiliki bentuk yang menyerupai peti. Karena bentuknya itu, masyarakat kemudian menyebut kawasan tersebut dengan nama Tebela.
Cerita mengenai asal-usul nama tersebut telah dikenal masyarakat sejak lama. Selain sejarah penamaan, berbagai mitos mengenai kawasan Curug Tebela juga berkembang di tengah masyarakat.
“Itu sebenarnya sudah disebut seperti itu sejak zaman dahulu. Berdasarkan penuturan dari orang tua dan leluhur, nama Tebela sudah dikenal sejak dulu. Saya sendiri yang sudah berusia lebih dari 40 tahun juga sejak kecil sudah tahu tempat ini disebut Tebela,” ujar Sarkim.
Popularitas Curug Tebela semakin meningkat setelah muncul sebuah dokumentasi foto yang dianggap ikonik. Foto tersebut kemudian menarik perhatian masyarakat dan para pembuat konten.
Sejumlah konten kreator datang untuk melihat langsung kawasan Curug Tebela sekaligus mencari tahu sejarah dan keunikan yang dimilikinya.
Dari momentum tersebut, jumlah pengunjung mulai meningkat. Curug Tebela pun semakin dikenal bukan hanya sebagai wisata alam, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki cerita sejarah dan budaya masyarakat sekitar.
Pengelolaan Curug Tebela hingga kini masih melibatkan masyarakat sekitar. Pengelola menjalankan kegiatan wisata melalui paguyuban dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan destinasi wisata tersebut. Pemerintah juga memberikan sejumlah pelatihan kepada pengelola, terutama berkaitan dengan pelayanan wisatawan dan keselamatan pengunjung.
Pelatihan tersebut diperlukan karena pengelola tidak hanya bertugas menjaga kawasan wisata. Mereka juga memiliki tanggung jawab memastikan wisatawan dapat menikmati Curug Tebela dengan nyaman dan aman.
Sarkim mengatakan, aspek keselamatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan wisatawan ketika berkunjung ke wisata alam seperti Curug Tebela.
Pengunjung disarankan makan terlebih dahulu dan beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh sebelum melakukan aktivitas di sekitar curug.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang cenderung dingin dan aktivitas di dalam air dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Karena itu, pengunjung perlu memperhatikan kondisi fisiknya dan tidak memaksakan diri.
Pengunjung tetap diperbolehkan mandi di Curug Tebela. Namun, pengelola mengimbau wisatawan tidak terlalu lama berada di dalam air.
Setelah mandi, pengunjung disarankan beristirahat, makan, dan menghangatkan tubuh sebelum kembali melakukan aktivitas.
Pengelola juga memberikan pengarahan mengenai aturan keselamatan kepada pengunjung sebelum mereka beraktivitas di sekitar curug.
Dengan perpaduan antara keindahan alam, cerita asal-usul nama, sejarah pengelolaan, serta keterlibatan masyarakat, Curug Tebela menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati alam, tetapi juga menghadirkan cerita lokal yang menarik untuk diketahui wisatawan. (Soultan)