
SERAYUNEWS – Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 36 kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap sepanjang Januari hingga 31 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran di kawasan pemukiman menjadi kasus yang paling banyak terjadi dibandingkan sektor usaha.
Berdasarkan data Damkar Cilacap per 31 Mei 2026, tercatat 23 kejadian kebakaran terjadi di lingkungan pemukiman warga, sedangkan 13 kasus lainnya terjadi di sektor dunia usaha.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan sebagian besar kebakaran yang terjadi masih dipicu oleh faktor kelalaian dan gangguan instalasi listrik.
“Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, kami mencatat 36 kejadian kebakaran. Penyebab terbesar masih berasal dari korsleting listrik dengan 20 kasus, disusul faktor human error sebanyak 12 kasus dan penggunaan tungku atau gas LPG sebanyak empat kasus,” ujar Gatot, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, tingginya angka kebakaran akibat korsleting listrik menjadi perhatian serius karena sebagian besar terjadi di kawasan permukiman yang padat penduduk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, menggunakan perangkat listrik sesuai standar, serta tidak membebani stop kontak secara berlebihan,” katanya.
Selain menimbulkan kerusakan bangunan, sejumlah kejadian kebakaran juga menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Data Damkar menunjukkan total kerugian akibat kebakaran selama periode tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
Dari 36 kejadian yang terjadi, tercatat satu orang mengalami luka-luka, sementara tidak ada korban meninggal dunia. Sebanyak 35 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Gatot menyebut capaian nihil korban jiwa merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan cepatnya respons petugas saat menerima laporan kejadian.
“Alhamdulillah hingga akhir Mei tidak ada korban meninggal dunia akibat kebakaran. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Selain menangani kebakaran, Damkar Cilacap juga aktif memberikan layanan penyelamatan non-kebakaran kepada masyarakat. Hingga Mei 2026, petugas telah menangani 471 operasi penyelamatan.
Kasus yang paling banyak ditangani adalah evakuasi tawon sebanyak 379 kejadian. Selain itu, petugas juga menangani 55 evakuasi ular, lima kejadian penyelamatan hewan liar, serta 32 kasus pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.
“Pelayanan kami tidak hanya pemadaman kebakaran, tetapi juga penyelamatan non-kebakaran yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun,” ungkap Gatot.
Sebagai langkah pencegahan, Damkar Cilacap terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Hingga akhir Mei 2026, tercatat telah dilaksanakan 131 kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran dan sembilan kegiatan inspeksi proteksi kebakaran pada bangunan gedung.
Menurut Gatot, upaya preventif menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka kebakaran di Kabupaten Cilacap.
“Kami lebih mengedepankan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi. Harapannya masyarakat semakin memahami cara mengantisipasi risiko kebakaran sejak dini,” ujarnya.
Damkar Cilacap juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat apabila menemukan potensi kebakaran maupun membutuhkan bantuan penyelamatan darurat.
Layanan pemadam kebakaran tersedia selama 24 jam setiap hari guna memberikan respons cepat kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.