
NUSAKAMBANGAN, SERAYUNEWS – Harapan baru menyertai langkah sejumlah warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Nusakambangan. Sebanyak tujuh warga binaan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Peternakan Ayam Petelur menerima premi hasil kerja sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama mengikuti kegiatan pembinaan produktif.
Salah satu penerima premi tersebut adalah Adi, warga binaan yang telah menuntaskan masa pidananya dan resmi menghirup udara bebas. Tak hanya membawa pengalaman, Adi juga pulang dengan bekal keterampilan beternak ayam petelur serta premi hasil kerja yang akan dimanfaatkannya sebagai modal awal untuk membangun usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selama mengikuti program di Pokja Peternakan Ayam Petelur, para warga binaan memperoleh pelatihan yang bersifat praktis. Mereka diajarkan cara memelihara ayam petelur, mengatur pemberian pakan, merawat kandang, mengumpulkan hasil produksi telur, hingga menjaga kebersihan dan kesehatan ternak agar produktivitas tetap terjaga.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diterapkan Lapas Terbuka Nusakambangan. Melalui kegiatan produktif, warga binaan didorong memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal mencari penghasilan secara mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada penguatan pembinaan warga binaan melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas.
Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, Ario Galih Maduseno, mengatakan pemberian premi merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras warga binaan selama mengikuti program pembinaan. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk membuka usaha maupun menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
“Premi yang diterima warga binaan merupakan hasil dari kerja keras mereka selama mengikuti program pembinaan. Kami berharap bekal ini dapat dimanfaatkan untuk memulai usaha dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Inilah esensi pemasyarakatan, yaitu membina agar mereka siap kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Ario Galih, Selasa (4/8/2026).
Sementara itu, Adi mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program pembinaan selama berada di Lapas Terbuka Nusakambangan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama bergabung di Pokja Peternakan Ayam menjadi bekal berharga untuk memulai kehidupan baru setelah bebas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto atas Program Akselerasi yang memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan mendapatkan bekal sebelum kembali ke masyarakat. Terima kasih juga kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang telah membimbing saya,” ujarnya.
Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh selama mengikuti program peternakan ayam akan dimanfaatkannya untuk membuka usaha secara mandiri. Premi hasil kerja yang diterimanya pun akan dijadikan modal awal untuk mencari nafkah secara halal.
“Ilmu yang saya dapatkan di Pokja Ayam sangat bermanfaat. Premi ini akan saya gunakan sebagai modal awal untuk berusaha secara halal dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui program pembinaan kemandirian yang dipadukan dengan kegiatan produktif, Lapas Terbuka Nusakambangan terus berupaya mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, karakter, serta semangat untuk bangkit.
Harapannya, mereka dapat kembali diterima di tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.